Kejaksaan Agung Pastikan Kejati Jatim Akan Tetapkan Tersangka Baru Untuk La Nyalla

Jaksa Agung HM Prasetyo

Jaksa Agung HM Prasetyo

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Jaksa Agung Muhamad Prasetyo menyatakan akan segera menetapkan status tersangka baru untuk La Nyalla Mahmud Mattalitti. Menurut Prasetyo, ada dua hal yang diangkat Kajati Jatim dalam kasus pengelolaan dana hibah Kadin Jatim ini.

Pertama, perkara korupsi dana hibah dari Provinsi Jawa Timur ke Kadin Jawa Timur di mana La Nyalla adalah ketua Kadinnya.

“Nah ini hal yang aneh menurut Jaksa Jatim yang mengajukan tuntutan praperadilan pun diataranya orang yang berada di balik penjara jadi agak aneh memang, kemudian yang bersangkutan sendiri tidak ada di tempat melalui pengacaranya pun dikabulkan. Nah yang terakhir konon keluarganya. Saya nggak tahu lagi nanti, habis ini siapa lagi yang akan mengajukan praperadilan atas nama La Nyalla,” jelas Prasetyo, Selasa (24/5/2016).

Prasetyo menjelaskan, Kajati Jatim merasa semua sudah dimiliki bukti-bukti yang diperlukan untuk menyidik Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) itu.

“Dikalahkan sekian kali juga kita akan ajukan dan membuat Sprindik yang baru. Kita lihat sampai mana nanti,” jelasnya.

Menurut dia, jaksa akan terus menetapkan tersangka pada La Nyalla. Bah#kan Prasetyo mengaku siap menghadapi jika nantinya ada gugatan praperadilan lagi yang diajukan tim kuasa hukum La Nyalla.

“Ketika masing-masing hakim yang berganti-ganti terus pendapatnya tetap sama, ya lihat nanti sampai ketemu hakim yang betul-betul memahami apa yang kita lakukan,” urai dia.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) La Nyalla Mahmud Mattalitti kembali dimenangkan kembali Pengadilan Negeri (PN) dalam sidang praperadilan dalam kasus pengelolaan dana hibah Kadin Jatim yang digelontorkan Pemprov Jatim sepanjang 2011 hingga 2014.

Ini adalah kali tiga kalinya PN Surabaya memenangkan La Nyalla atas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jatim). Sidang pembacaan putusan yang dilakukan Senin, (23/5) siang, dipimpin oleh Hakim tunggal Mangapul Girsang.(dtc/gbi)