Kejaksaan Batal Banding, Pelapor Minta Ahok Dipindah ke Cipinang

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok langsung dibawa ke LP Cipinang usai menerima vonis hukuman dua tahun penjara dari Majelis Hakim PN Jakarta Pusat. Beberapa saat di LP Cipinang, mantan Gubernur DKI itu dipindah ke Mako Brimob dengan alasan keamanan dan kelebihan kapasitas lapas.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Kejaksaan Agung memastikan batal mengajukan banding atas vonis Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Di saat bersamaan, pihak pelapor kasus penodaan agama mendesak kejaksaan memindahkan Ahok ke Lapas Cipinang.

Kepastian kejaksaan membatalkan langkah bandaing atas putusan majelis hakim PN Jakpus yang menghukum Ahok 2 tahun penjara disampaikan Jaksa Agung HM Prasetyo.

Toh Ahok sudah menerima putusan. Jangan kita hanya fokus satu kasus saja,” kata Prasetyo.

Namun demikian, Prasetyo belum membeber alasan kejaksaan batal mengajukan banding. Lagipula, kepastian ini baru disampaikan secara lisan oleh Jaksa Agung.

“Pengumuman resmi masih ditunggu dari Jampidum,” ujar Prasetyo.

Juru bicara Pengadilan Negeri Jakarta Utara Hasoloan Sianturi membenarkan dicabutnya permohonan banding dari kejaksaan. Pihaknya telah menerima berkas pencabutan banding dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara pada Selasa (6/6).

“Iya betul (dicabut), tanggal 6 Juni, dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara,” kata Hasoloan, Kamis (8/6).

Jaksa sebelumnya mengajukan banding karena tak setuju pasal yang digunakan majelis hakim memvonis Ahok. Mantan Bupati Belitung Timur ini  divonis hukuman dua tahun penjara. Ia juga sempat mengajukan banding, namun kemudian dicabut.

Sementara di pihak lain, pelapor kasus penodaan agama, Pedri Kasman, meminta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) segera dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang. Pernyataan itu disampaikan menyusul keputusan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mencabut banding atas vonis dua tahun penjara untuk Ahok.

“Dengan JPU sudah mencabut banding maka berarti perkaranya sudah inkcraht. Segera kembalikan Ahok ke LP Cipinang,” kata Pedri, Kamis (8/6).

Setelah divonis dua tahun penjara, Ahok sempat dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, sebelum dipindahkan ke Markas Komando Brimob, Depok, Jawa Barat.

Pemindahan dilakukan dengan dalih keamanan dan Rutan Cipinang kelebihan kapasitas. Kurang lebih ada 3.700 tahanan dari kapasitas yang disediakan sebanyak 1.136 orang.

Meski begitu, pihak kontra Ahok menilai ada perlakuan istimewa kepada sang gubernur Jakarta nonaktif tersebut. Pedri meminta perlakuan istimewa pada Ahok dihentikan, apalagi kini Ahok sudah berstatus narapidana.

“Ahok sudah resmi berstatus narapidana, maka perlakuannya harus sama dengan narapidana lain. Jangan ada keistimewaan, jika pengistimewaan itu masih ada, kebisingan ini akan terus berlanjut,” kata Pedri.

Pedri meminta massa pro Ahok untuk move on. Jangan ada lagi pembelaan-pembelaan untuk Ahok yang dia anggap tidak perlu.

JPU kasus penodaan agama dengan terdakwa Ahok, Ali Mukartono, menolak berkomentar banyak terkait rencana eksekusi Ahok ke LP. Dia hanya mengatakan, eksekusi Ahok merupakan kewenangan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang menetapkan vonis.

“(Eksekusi) tunggu penetapan hakim,” katanya. (vin/gbi)