Kejar Setoran, Pemerintah Tarik Pajak Jual-Beli di Medsos

ilustrasi-pajak-medsosGLOBALINDO.CO, JAKARTA – Pemerintah menempuh segala cara untuk bisa memenuhi target setoran pajak. Melalui Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak), pemerintah kini memelototi lalu lintas jual-beli di media sosial (Medsos). Pemerintah pun menetapkan pengenaan pajak penghasilan.

Salah satu yang dikejar ialah selebriti yang menggunakan akun instagramnya untuk mempromosikan suatu produk atau dikenal dengan selebgram.

“Kalau ada keuntungan ya kena pajak gitu aja. Tarifnya normal. Pajak penghasilan seusai keuntungan,” kata Dirjen Pajak, Ken Dwijugiasteadi di Jakarta, Rabu (12/10/2016) malam.

Saat ini, kata Ken, Ditjen Pajak sudah melakukan berbagai langkah untuk mengejar pajak dari hasil menjual jasa atau barang di Instagram.

Salah satunya dengan mengecek alamat selebriti tersebut. Setelah itu, Ditjen Pajak akan mengecek Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) selebriti itu dan akan mengirimkan surat ke alamat yang tertera.

“Ini otomatis dan ini link ke database Ditjen Pajak,” kata Ken.

Selain Instagram, Ditjen Pajak juga akan mengejar pajak di Facebook, dan Kaskuser yang berjualan di forum jual beli akan dikenai pajak.

Sebelumnya, Direktur Potensi Kepatuhan dan Penerimaan Pajak Kemenkeu Yon Arsal mengatakan, pemerintah kemungkinan bisa mendapatkan pemasukan hingga 1,2 miliar dollar AS atau setara Rp 15,6 triliun, jika bisa menarik pajak dari kegiatan di media sosial tersebut.

Seperti diketahui, media sosial sudah menjelma menjadi pasar besar transaksi online. Namun pemerintah belum mengejar pajak dari transaksi tersebut.

Khusus untuk penggunanya akun media sosial, pemerintah akan membandingkan laporan pajak mereka dengan kegiatan di akun media sosial masing-masing.(kcm/ziz)

Tags: