7 Pedagang Pasar Wonokromo Diperiksa Kejari

No comment 307 views
Suasana di Pasar Wonokromo, Surabaya.

Suasana di Pasar Wonokromo, Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya terus mengembangkan kasus dugaan penggelapan dana di tubuh Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya.

Terbaru, Kejaksaan Negeri Surabaya dikabarkan mulai memeriksa pedagang di pasar yang disinyalir terjadi penyalahgunaan wewenang para kepala pasar dan pegawainya itu. Salah satunya di Pasar Wonokromo.

Dikonfirmasi kabar tersebut, Koordinator Pedagang Pasar Wonokromo, Ahmad Busyiri membenarkan berita itu. Busyiri mengaku kemarin lusa memang ada petugas dari Kejari Surabaya yang datang ke pasar.

“Betul ada dua petugas kejaksaan datang ke pasar wonokromo. Sekarang hari Jum’at, yang datang dari Kejaksaan dua petugas , mereka (red-pedagang) diperiksa dikantor unit pasar Wonokromo,” jelas Busyiri.

Dari 10 pedagang yang dijadwalkan diperiksa Kejari, yang berhasil diperiksa baru sekitar 7 pedang. Sisanya tidak datang dengan berbagai macam alasan.

Pemeriksaan terhadap sejumlah pedagang di Pasar Wonokromo dipimpin langsung oleh Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Surabaya, Roi Revalino.

“Yang diperiksa 6-7 orang, sebenarnya 10 orang, tapi yang 3 tidak hadir karena sakit, ada yang pulang ke madura. ” ungkapnya.

Busyiri menambahkan kedatangan para penyidik kejari Surabaya itu untuk melengkapi bukti-bukti terkait dugaan korupsi yang ada di PD Pasar. Dipilihnya pasar wonokromo dikarenakan banyaknya pedagang yang telah dirugikan.

“Pasar Wonokromo saja karena yang paling banyal korban,” tandas Busyiri.

Untuk diketahui, dalam acara revitalisasi Kebun Binatang Surabaya (KBS) di Kantor Kejari, (7/10) Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya Didik Farkhan Alisyadi menyatakan pemeriksaan terhadap para pedagang akan dilakukan di pasar.

Langka itu ditempuh apabila pada panggilan ysngvke tiga para pedagang masih mangkir. Pernyataan Kajari tersebut dibuktikan dengan kehadiran petugas dari kejaksaan ke Pasar Wonokromo pada hari Rabu (12/10). (bmb/gbi)