Kejati Jatim Gelar Deklarasi Gerakan Penyelamatan Aset Negara

oleh
Sejumlah kepala daerah di Jawa Timur saat mengikuti deklarasi gerakan penyelamatan aset negara yang digelar Kejati Jawa Timur.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Banyaknya aset negara yang dikuasai oleh pihak-pihak tertentu mendapat perhatian serius dari Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Sunarta.

Menurut Sunarta, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur sangat berkepentingan untuk mengembalikan aset negara yang telah hilang. Terutama yang telah dikuasai dengan cara ilegal.

Upaya penyelamatan aset negara sebenarnya telah dimulai dengan adanya deklarasi “Gerakan Penyelamatan Aset Negara” yang digelar hari ini. Gerakan tersebut diikuti oleh 38 kabupaten dan kota di Jatim.

“Mudah-mudahan langkah bersama kita menjadi langkah pertama yang bisa diikuti oleh daerah-daerah lain,” ujar Sunarta, di Kantor Kejati Jatim, Kamis (18/7/2019).

Sunarta menjelaskan, di zaman reformasi ini sudah merubah pola sikap, pola pikir, bahwa Jaksa sekarang merupakan bagian dan sahabat masyarakat, sahabat semuanya.

Sunarta memaparkan, beberapa tahun belakangan ini persoalan aset negara, tengah gencar menjadi berita di media massa. Mulai dari adanya ratusan hektar tanah dan atau bangunan yang dikuasai oleh subjek hukum secara melawan hukum.

“Sampai dengan adanya peralihan hak atas aset negara dari pemerintah kepada pihak swasta. Baik perorangan, maupun badan hukum yang tidak memenuhi syarat atau tidak sesuai dengan prosedur,” imbuhnya.

Berdasarkan dari hasil pemeriksaan selama semester I tahun 2018, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan 15.773 permasalahan, dengan total nilai 11 milyar, yang salah satunya dengan permasalahan yaitu berupa aset yang dikuasai pihak lain.

Sunarta menyebut, antara lain pada 12 Kementerian dan lembaga, senilai Rp 213 miliar lebih serta pada 64 Pemda senilai Rp 39 miliar lebih, sehingga total nilai Rp 273 miliar lebih.

“Disebabkan adanya kelemahan sistem pengendalian internal, ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengaku bangga dengan komitmen luar biasa dari jajaran Kejaksaan yang ada di Jawa Timur, dalam melakukan gerakan bersama penyelamatan aset negara.

“Terima kasih, ini adalah komitmen yang luar biasa, karena kami langsung merasakan itu,” ungkapnya.

Menurut Khofifah, ini adalah inisiator pertama Kejaksaan Tinggi Jatim menggerakkan seluruh para Jaksa dan Kajarinya, membuat gerakan penyelamatan aset negara. Khofifah juga apresiasi seluruh jajaran Pemprov, bupati maupun wali kota yang hadir dalam deklarasi ini.

“Saya rasa akan baris berurutan untuk bisa mendapatkan penguatan seperti yang Bu Risma sudah lebih beruntung duluan. Jadi kita nanti tanya Bu Risma, Bu Risma ini wiridnya apa,” tandas Khofifah. (Ady/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.