Kejati Jatim Kembali Keluarkan Sprindik Untuk La Nyalla

La Nyalla Mattalitti saat memberikan keterangan pers usai terpilih menjadi Ketua Umum PSSI periode 2015-2019 dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Surabaya.

La Nyalla Mattalitti saat memberikan keterangan pers usai terpilih menjadi Ketua Umum PSSI periode 2015-2019 dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kepala Kejati Jatim Maruli Hutagalung, hari ini (30/5/2016) kembali mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) untuk Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Matalitti.

“Per hari ini, kita sudah keluarkan sprindik jilid empat. La Nyalla berstatus tersangka lagi,” kata Maruli kepada wartawan.

Maruli Hutagalung menjelaskan, pihaknya telah memeriksa tujuh orang saksi  dan dua saksi ahli atas dikeluarkannya sprindik yang ke-empat ini.

“Kasusnya tetap soal dana hibah, tetapi di sisi tindak pidana korupsinya,” kata Maruli.

Dalam kesempatan itu, Maruli juga menegaskan pihaknya merasa tidak perlu memberikan surat panggilan kepada Ketua Umum Persatuan Sepakbola seluruh Indonesia (PSSI) tersebut karena La Nyalla dipastikan tidak ada di Surabaya.

“Kan La Nyalla tidak ada di Surabaya. Nanti kalau dia pulang, langsung kita tangkap,” katanya.

Pecan lalu, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya kembali menang dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dalam kasus korupsi dana hibah Kadin Jatim.

Ini adalah kali ke-tiga PN Surabaya memenangkan La Nyalla atas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jatim). Sidang pembacaan putusan yang dilakukan Senin, (23/5) siang, dipimpin oleh Hakim tunggal Mangapul Girsang.

Dalam sprindik tersebut, La Nyalla diduga melanggar Pasal 3 dan 4 Undang-Undang No 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari dana hibah yang diperoleh dari Pemprov Jatim.

Hakim memutuskan membatalkan surat perintah penyidikan, dan surat penetapan tersangka yang dikeluarkan termohon dalam hal ini Kejati Jatim. Dalam putusannya, hakim juga memerintahkan rehabilitasi terhadap tindakan yang sudah dilakukan Kejati Jatim yakni, pencabutan surat pencekalan dan pencabutan surat penutupan sejumlah rekening atas nama La Nyalla.(kmp/gbi)