Kejati Jatim Memilih Berhati-Hati Tetapkan Tersangka Baru P2SEM

oleh
Kajati Jawa Timur, Sunarta saat ditemui di halaman kantor Kejaksaan Tinggi Jatim

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jatim) ternyata cukup berhati-hati dalam menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM).

Kepala Kejati Jatim, Sunarta mengaku masih akan terus mengumpulkan sejumlah alat bukti dan memanggil saksi-saksi. Sejauh ini, pihaknya sudah memanggil puluhan saksi, baik dari unsur legislatif, eksekutif maupun lembaga penerima dana hibah.

“Kami tidak akan menetapkan tersangka sebelum ada bukti yang cukup kuat,” ujar Sunarta saat ditemui disela-sela Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-58 di kantor Kejati Jatim Jalan Ahmad Yani, Jum’at (12/7/2018).

Menurut Sunarta, kasus dana hibah P2SEM sudah berlangsung cukup lama. Oleh karena itu, Kejati Jawa Timur akan secara perlahan dalam mendalami kasus tersebut.

“Apalagi banyak lembaga penerima dana sudah tidak ada,” katanya.

Terkait pemeriksaan terhadap Gubernur Jatim saat itu, yakni Soekarwo, Sunarta menyatakan masih belum ada rencana kearah sana. Pihaknya lebih memilih fokus pada saksi dan alat bukti yang mampu memperkuat adanya tindak pidana korupsi.

“Setidaknya, untuk mengarah pada tersangka, diperlukan dua alat bukti yang cukup,” tegas Sunarta.

Suharti memastikan pihaknya sangat serius dalam mengusut kasus P2SEM. Terlebih, masalah dana hibah ini telah menjadi sorotan dan perhatian masyarakat.

Sementara itu, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, Didik Farkhan menjelaskan, sebelum naik ke penyidikan atau saat penyelidikan, sudah ada sekira 30 orang yang dimintai keterangan terkait kasus ini. Sebagian dari mereka adalah anggota DPRD Jatim periode 2004-2009.

Setelah naik ke penyidikan, keterangan dari mereka saat masih penyelidikan perlu dipertajam. “Kami ingin merekonstruksi lagi keterangan saksi-saksi, supaya jelas bagaimana kasus ini,” ujarnya.

Untuk diketahui, Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) merupakan program bantuan hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim tahun 2008. Dalam program ini, Pemprov Jatim mengalokasikan dana sebesar Rp 200 miliar yang disalurkan melalui 100 anggota DPRD Jatim.

Selanjutnya, oleh anggota DPRD Jatim, disalurkan ke kelompok masyarakat. Salah satu syarat pengajuan adalah rekomendasi dari anggota DPRD Jatim.

Perkara ini setidaknya sudah menyeret Ketua DPRD Jatim saat itu, Fathorrasjid sebagai terdakwa. Dia divonis bersalah dan dihukum empat tahun penjara dan denda senilai Rp100 juta. (Ady/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *