Kejati Jatim Mengolor-olor Sidang Praperadilan Eks Dirut PD Pasar

oleh
Proses praperadilan eks Dirut PD Pasar Surya melawan Kejati Jatim.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Setelah sempat tertunda lantaran mangkirnya Kejati Jatim pada persidangan pekan lalu, gugatan permohonan praperadilan yang diajukan mantan Plt Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya Surabaya, Mikhael Bambang Parikesit, SE MM yang juga tersangka kasus dugaan korupsi dana revitalisasi pasar se-Surabaya mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Sidang perdana yang dipimpin Hakim Tunggal, I Wayan Sosiawan, SH, MH tersebut mengagendakan pembacaan permohonan yang diajukan tersangka melalui tim kuasa hukumnya, Achmad Boesiri.

Sementara pihak Kejati Jatim dihadiri oleh dua kuasa hukumnya, Triskie dan Rhein Singgal.

Dalam permohonan praperadilan itu, ada tiga hal yang disoal Bambang Parikesit, yakni terkait penetapan tersangka yang dianggap tidak sah, belum adanya audit kerugian negara dari BPK RI dan adanya pelanggaran HAM atas penahanan oleh Penyidik Pidsus Kejati Jatim.

(Baca Juga: Kejati Jatim Mangkir, Sidang Praperadilan Eks Dirut PD Pasar Ditunda)

Pada permohonannya itu, Bambang Parikesit melalui tim kuasa hukumnya meminta Hakim Tunggal I Wayan Sosiawan, SH, MH untuk memutuskan penetapan Bambang Pariksesit sebagai tersangka dana revitalisasi pasar se-Surabaya oleh Penyidik Pidsus Kejati Jatim dinyatakan tidak sah.

“Dan meminta agar Kejati Jatim membayar ganti rugi materiil sebesar 50 juta rupiah dan immateriil sebesar 1 milliar rupiah,” ucap Achmad Boesiri di akhir pembacaan surat permohonan praperadilannya.

Atas permohonan tersebut, pihak Kejati Jatim mengaku belum siap dengan jawaban.

“Kami minta waktu hingga besok untuk jawaban kami,” ucap Rhein Singgal, kuasa hukum Kejati Jatim pada Hakim I Wayan Sosiawan.

Usai persidangan, Rhein Singgal irit bicara. Jaksa yang bertugas di Kejati Jatim ini tak mau mengklarifikasi terkait tudingan Bambang Parikesit pada institusinya.

“Besok kalian akan tahu jawaban dari kami, tunggu besok ya,” ucap Rhein sambil meninggalkan area PN Surabaya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bambang Parikesit ditetapkan tersangka kasus korupsi dana revitalisasi pasar se-Surabaya yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 14,8 miliar untuk kegiatan lain-lain. Dana yang bersumber dari APBD Kota Surabaya itu ternyata dicampur untuk dana operasional.

Tak hanya itu, penyidik Pidsus Kejati Jatim juga melakukan penahanan pada Bambang Parikesit. Dia ditahan usai menjalani serangkaian pemeriksaan.

Pria yang merangkap jabatan sebagai Direktur Administrasi di PD Pasar Surya Surabaya periode 2015-2016 ini juga tersandung satu kasus korupsi lagi, yakni kisruh kredit koperasi karyawan PD Pasar Surya Surabaya dari BRI Sebesar Rp 13,4 milliar.

Uang pencairan tersebut kini masih diblokir oleh Dirjen Pajak, karena masih adanya tanggunggan pajak yang belum dibayar PD Pasar Surya Surabaya sebesar Rp 17 milliar.(ady)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.