Kelompok Bersenjata Penyandera 1.300 Warga Desa di Papua Beraksi Sejak 2012

Anggota kelompok bersenjata yang menyandera 1.300 orang warga Desa Kimbely dan Desa Banti, Kabupaten Mimika tidak berjumlah banyak.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Sebanyak 1.300 warga Desa Kimbely dan Desa Banti, Kabupaten Mimika,  disandera kelompok bersenjata Papua. Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menegaskan, sekumpulan orang yang menamakan diri Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ini sudah ada sejak 2012 saat dirinya menjabat Kapolda Papua.

Tetapi Tito menegaskan, jumlah anggota kelompok ini tidak banyak. “Sebetulnya tidak banyak kelompok ini, paling 20 sampai 25 orang,” kata Tito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Kamis (9/11).

Tito menjelaskan, KKB telah ada sejak dirinya menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Papua pada 2012 silam. Menurut Tito, kelompok ini juga menggunakan senjata dengan jumlah yang terbilang sedikit.

“Senjatanya juga lima sampai sepuluh pucuk paling banyak, tapi mereka menggunakan metode hit and run,” ujar Tito.

Menurut Tito, kelompok ini memanfaatkan para pendulang untuk melakukan aksi penyanderaan tersebut. “Modus yang biasa mereka lakukan biasanya para pendulang ini dijadikan tameng. Setelah dikejar mereka gunakan pendulang sebagai tameng,” kata Tito.

Menurut keterangan polisi, 1.300 orang itu masih diperbolehkan beraktivitas, namun diancam agar tidak mencoba meninggalkan kampung mereka. Beberapa warga bahkan dikabarkan mengalami ancaman atau bahkan serangan fisik.

Kepolisian meyakini bahwa kelompok bersenjata itu juga terlibat dalam penembakan anggota Brimob di Tembagapura, Papua, beberapa pekan lalu.Saat ini, polisi telah mengamankan beberapa anggota kelompok bersenjata tersebut.

“Pak Kapolda dan Pak Pangdam sudah berkoordinasi untuk melalukan langkah-langkah penegakkan hukum, penertiban, juga dengan cara soft seperti negosiasi,” ujar mantan Kapolda Papua ini. (tpi/gbi)