Kelompok Pendeta Demo Tuntut Rizieq dan Dhani Dijerat Hukum

Pimpinan FPI, RIzieq Shihab dan musisi Ahmad Dhani disudutkan karena terindikasi menghina pancasila dan Presiden Jokowi.

Pimpinan FPI, RIzieq Shihab dan musisi Ahmad Dhani disudutkan karena terindikasi menghina pancasila dan Presiden Jokowi.

GLOBALINDO.CO, KUPANG – Sejumlah pendeta menggelar aksi unjuk rasa damai  di Markas Kepolisian Daerah NTT, Kamis (10/11), menuntut pimpinan FPI, Habib Rizieq Shihab dan musisi Ahmad Dhani dijerat hukum karena melecehkan pancasila serta menghina presiden. Mereka tak terima jika dua tokoh yang berorasi menggerakkan massa dalam demonstrasi anti Ahok pada 4 November lalu mendapat perlakuan istimewa di depan hukum.

Menurut para pendeta yang tergabung dalam kelompok Brigade Meo itu, Rizieq harus diproses secara hukum karena telah melakukan penghinaan terhadap Pancasila dan presiden serta memprovokasi untuk memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam unjuk rasa itu, mengeluarkan surat pernyataan yang ditandatangani Ady Ndiy dan Ivan Bartles sebagai Sekretaris Umum Brigade Meo.

“Tangkap dan proses secara hukum Habib Rizieq,” kata Ketua Umum Brigade Meo Pendeta Ady Ndiy saat melakukan orasi di halaman depan Markas Polda NTT.

“Zaskia Gotik yang dinilai menghina Pancasila saja diproses hukum. Kenapa Habib Rizieq cs tidak diproses hukum? Jika didiamkan, hal itu akan menimbulkan konflik horizontal.”

Selain menuntut menangkap Rizieq, Brigade Meo juga meminta pemerintah membubarkan FPI, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), dan ormas-ormas radikal lain yang dianggap telah mengintimidasi, membuat keonaran, serta menghancurkan kedamaian di Indonesia.

“Tidak boleh ada ruang sejengkal pun bagi ormas-ormas itu di Indonesia,” bunyi surat pernyataan itu. Para pendeta juga menyerukan penghentian segala bentuk diskriminasi terhadap kaum minoritas dan non-muslim di negeri ini. “Indonesia milik semua anak bangsa yang mempunyai hak yang sama di negeri ini,” tandas Ady.

Tidak hanya menyebut nama Rizieq, massa pendeta juga meminta aparat menjerat Ahmad Dhani, Ustad Sulaiman, dan Buni Yani. Massa mengancam akan menggelar demonsrasi besar jika kepolisian, TNI, serta pemerintah membiarkan dan tidak membubarkan ormas radikal serta tidak menangkap orang-orang itu. (tp/gbi)