Kembalikan Formulir Penjaringan, Ini Visi Misi Whisnu Sakti Buana

oleh
Calon Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana (WS) saat mengembalikan formulir penjaringan di kantor DPC PDI-P di Jalan Stail. 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Calon Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana (WS) hari ini mendatangi kantor DPC PDI-P Surabaya di Jalan Stail, Surabaya, Jumat (13/9/2019). Kedatangan Whisnu untuk mengembalikan formulir penjaringan calon Wali Kota Surabaya yang digelar secara internal oleh PDIP.

Whisnu Sakti buana tiba di kantor DPC PDIP sekitar pukul 14.00 WIB. Kedatangan WS, sapaan Whisnu Sakti, diiringi oleh ratusan pendukung fanatiknya dari berbagai lapisan masyarakat.

Kepada Awak Media, Wakil Wali Kota Surabaya ini menyampaikan visi misi jika nanti dirinya mendapatkan rekom dari DPP PDI-P untuk maju dalam Pilwali Surabaya 2020 mendatang.

“Visi misi saya kedepan sebagai calon Wali Kota Surabaya kedepan adalah membumikan tri sakti dan pancasila dalam membangun Surabaya kedepan,” kata Whisnu Sakti kepada sejumlah awak media.

WS menjelaskan, tri sakti merupakan satu gagasan dari bapak bangsa yakni Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno tahun 1963 lalu. Melalui gagasan tri sakti, Soekarno menyampaikan agar berdaulat di bidang politik, kemudian berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya.

Hal ini menurut WS sangat cocok untuk diterapkan di Surabaya sebagai kota metropolitan agar melibatkan seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama membangun kota Surabaya menjadi kota hetetogen yang maju.

“Kedaulatan rakyat Surabaya secara langsung dalam menata kota Surabaya, jadi tidak lagi kita bicara soal surabaya itu terus pada poin perencanaan, tapi mulai awal kita akan libatkan rakyat untuk berdaulat pada kotanya sendiri, keinginannya seperti apa,” jelasnya.

Selain berdaulat dalam politik, sisi berdikari dalam ekonomi juga menjadi salah satu faktor keberhasilan suatu kota. WS menginginkan untuk mengembangkan kampung tematik yang mampu mengangkat perekonomian warga di tiap kampung yang ada di kota Pahlawan.

“Karena suara rakyat adalah suara tuhan, saat mereka sudah bisa berdikari secara ekonomi, mereka tidak akan memperjualbelikan suara mereka,” tegasnya.

Selain itu, WS juga akan berencana untuk mengangkat kebudayaan lokal guna mewujudkan tri sakti yang ketiga yakni berkepribadian dalam budaya. Menurutnya potensi budaya lokal sangat tinggi sehingga perlu untuk diakomodir agar nantinya masyarakat dapat melestarikan budaya lokal di tengah laju zaman yang semakin cepat.

“Kita tahu bahwa surabaya ini banyak ragam kebudayaan yang luar biasa, itu yang terus kita tanamkan kita kembangkan dengan banyak mementingkan kesempatan pada budaya lokal,” pungkasnya. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.