Kemendag Buka Kran Impor Gula Mentah 1,8 Juta Ton

oleh
Gula Mentah

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) membuka kran impor gula. Tak tanggung-tanggung, Kemendag menerbitkan izin importasi gula mentah (raw sugar) sebanyak 1,8 juta ton.

Pemerintah mengklaim impor itu untuk memenuhi kebutuhan industri makanan minuman dalam negeri pada paruh pertama tahun ini. Izin impor diberikan kepada 11 perusahaan rafinasi dalam negeri dan akan diproses dalam waktu dekat.

“Sudah dikeluarkan, sebanyak 1,8 juta ton untuk semester satu 2018,” ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan usai menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR, Kamis (18/1).

Izin importasi sebanyak 1,8 juta ton tersebut diterbitkan Kemendag setelah rekomendasi dari kementerian teknis. Pada 2018, alokasi impor gula mentah sebanyak 3,6 juta ton yang akan diberikan kepada 11 perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI).

Gula mentah yang diolah nantnya menjadi gula rafinasi tersebut akan diperdagangkan menggunakan sistem lelang. Skema pelaksanaan lelang gula kristal rafinasi tersebut sempat tertunda beberapa kali dan akan mulai dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

PT Pasar Komoditas Jakarta (PKJ) ditetapkan sebagai penyelenggara pasar lelang GKR oleh Kemendag melalui Surat Keputusan Menteri Perdagangan No. 684/M-DAG/KEP/5/2017 tentang Penetapan Penyelenggara Pasar Lelang Gula Kristal Rafinasi.

Pasar lelang GKR merupakan pasar lelang elektronik yang menyelenggarakan transaksi jual beli GKR secara daring dan real time dengan metode Permintaan Beli (Bid) dan Penawaran Jual (Offer). Volume penjual atau pembeli sebanyak satu ton, lima ton, dan 25 ton.

Pengaturan perdagangan GKR melalui pasar lelang diharapkan dapat menjaga ketersediaan, penyebaran, dan stabilitas harga gula nasional, serta memberi kesempatan usaha yang sama bagi industri besar dan kecil dalam memperoleh pasokan bahan baku. (cni/mun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *