Kemendikbud Salurkan Bantuan Non Tunia untuk 20 Juta Siswa

Mendikbud Anies Baswedan (tiga dari kanan) bersama sejumlah menteri dan pejabat lain menandatangani kesepakatan penyaluran bantuan sosial non tunai. Kegiatan ini disaksikan Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani (kiri).

Mendikbud Anies Baswedan (tiga dari kanan) bersama sejumlah menteri dan pejabat lain menandatangani kesepakatan penyaluran bantuan sosial non tunai. Kegiatan ini disaksikan Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani (kiri).

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Pemerintah akan menambah suntikan dana sosial untuk masyarakat. Salah satunya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang akan menyalurkan bantuan sosial non tunai kepada sedikitnya 20 juta siswa.

Jumlah tersebut dianggap yang paling berpotensi menerima bantuan sosial non tunia di antara 57 juta siswa. Bantuan non tunai tersebut diharapkan bisa membantu siswa-siswi Indonesia dari berbagai jenjang pendidikan dapat mulai mengenal fasilitas perbankan.

“Di luar sana ada 57 juta siswa di Indonesia dan 57 siswa ini bila mereka berinteraksi dengan perbankan mulai dari yang 17,9 juta atau 20 juta saja itu sudah 1 lapis generasi anak baru Indonesia berinteraksi dengan perbankan. Dan apabila mereka memiliki rekening, maka itu akan menjadi pengalaman tersendiri,” jelas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan di Gedung Thamrin, Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (26/5).

Pihaknya berpesan agar para pegawai bank sepenuh hati melayani anak-anak yang datang ke bank. Para siswa-siswi yang datang ke bank untuk mencairkan dana bantuan juga perlu disambut dengan ramah.

“Sekaligus juga kami berharap pada para pimpinan perbankan yang hadir mohon juga mendorong kepada anak buahnya di bawah untuk bersahabat pada anak-anak yang datang,” ujar Anies.

Jangan sampai anak-anak yang datang ke bank untuk mencairkan bantuan justru pulang dalam keadaan yang sedih karena tidak dilayani dengan baik. Para pegawai bank harus melayani siswa-siswi yang datang dengan sepenuh hati.

“Ini pengalaman ada 20 juta anak yang akan berinteraksi, give them a smile and they will never forget your face. Karena ini adalah interaksi pertama mereka dengan perbankan,” tutup mantan Rektor Universitas Paramadina itu. (dt/gbi)