Kemenhub Cabut Izin Penerbangan Lima Maskapai, Ini Daftarnya

dilarang-terbangGLOBALINDO.CO, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali mengambil langkah tegas dengan mencabut izin penerbangan lima maskapai. Surat keputusan pencabutan izin terbang itu dikeluarkan Senin (23/5/2016).

Berikut enam rute penerbangan yang dicabut izinnya berdasarkan data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub.

1. PT Travel Express (rute Manado-Sorong)
2. PT Tri MG Intra Airlines (Balikpapan-Halim)
3. PT Kalstar Aviation (Balikpapan-Samarinda, dan rute Balikpapan-Pontianak)
4. PT Sriwijaya Airlines (Jakarta-Pekanbaru)
5. PT Nam Air (Jakarta-Pontianak).

Selain itu, Kemenhub juga mengurangi frekuensi penerbangan untuk sejumlah rute untuk penerbangan domestik. Rute penerbangan yang frekuensinya dikurangi ialah:

1. PT Trigana Air Services (rute Jayapura-Oksibil sebanyak 28 frekuensi),
2. PT Asi Pudjiastuti/Susi Air (Atambua-Kupang satu frekuensi)
3. PT Citilink Indonesia (Jakarta-Pangkal Pinang 7 frekuensi, Lombok Surabaya 7 frekuensi)
4. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (Denpasar-Surabaya 7 frekuensi, Ende-Kupang 6 frekuensi)
5. PT Sriwijaya Airlines (Makassar-Gorontalo 7 frekuensi, Makassar-Kendari 7 frekuensi dan Makassar-Sorong 7 frekuensi).

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Hemi Pamurahardjo menyatakan, pencabutan tersebut karena maskapai tidak melaksanakan pelayanan sesuai ketentuan.

Dia mengatakan, pencabutan rute artinya meliputi semua frekuensi yang dilayani dalam rute tersebut. Artinya, kalau hanya pengurangan frekuensi, tidak termasuk untuk frekuensi yang dilayani sesuai ketentuan.

Selain mencabut izin rute penerbangan di lima maskapai, Kemenhub juga memutuskan mengurangi sembilan frekuensi penerbangan untuk beberapa rute tertentu.

“Dengan demikian terdapat enam pencabutan izin rute dan sembilan pengurangan frekuensi,” kata Hemi.

Hemi menambahkan selama periode Januari-Mei 2016 telah diterbitkan sebanyak 15 surat pencabutan kapasitas angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri.

Yakni, terdiri dari enam surat pencabutan izin rute dan sembilan surat pengurangan frekuensi penerbangan kepada sembilan maskapai tersebut.(kcm/ziz)

Tags: