Kemenhub Operasikan 21 Pelabuhan Baru di Maluku

kemenhubGLOBALINDO.CO, AMBON – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengoperasikan 21 pelabuhan baru di Kepulauan Maluku. Pelabuhan ini tersebar di Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Kemenhub, A. Tonny Budiono secara simbolis meresmikan 21 pelabuhan yang ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti di Terminal Penumpang PT Pelabuhan Indonesia IV, Ambon, Maluku yang juga dihadiri oleh Direktur Kenavigasian Bambang Wiyono, Direktur Perkapalan dan Kepelautan Sugeng Wibowo, Kepala Distrik Navigasi Kelas I Ambon Raymond Sianturi, Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon Haikal Marasabesi, beserta sejumlah pejabat terkait dan stakeholder.

Dalam sambutannya, Tonny menyampaikan, pengembangan infrastruktur pelabuhan khususnya di wilayah Timur Indonesia menunjukkan keseriusan pemerintah untuk memprioritaskan pembangunan di wilayah-wilayah timur yang cenderung masih tertinggal sehingga diharapkan dapat menekan disparitas harga antar daerah di seluruh wilayah Indonesia.

“Dengan tercapainya konektivitas daerah-daerah terpencil, terdalam dan terisolir di wilayah kawasan timur Indonesia maka pertumbuhan ekonomi dapat berkembang serta mampu menjamin tumbuhnya pusat-pusat perdagangan dan industri yang memacu pemerataan sosial secara menyeluruh,” kata Tonny Budiono, Senin (30/5/2016).

Pelabuhan yang diresmikan pengoperasiannya terdiri dari 8 pelabuhan di Provinsi Maluku, yaitu Pelabuhan Batu Merah, Pelabuhan Upisera, Pelabuhan Lirang, Pelabuhan Seira, Pelabuhan Marsela, Pelabuhan Wolu, Pelabuhan Adault dan Pelabuhan Damar serta 13 pelabuhan di Maluku Utara antara lain Pelabuhan Babang, Pelabuhan Pigaraja, Pelabuhan Saketa, Pelabuhan Pasipalele, Pelabuhan Wayauwa, Pelabuhan Pelita, Pelabuhan Busua, Pelabuhan Gita, Pelabuhan Kedi, Pelabuhan Subaim, Pelabuhan Buli, Pelabuhan Manitingting dan Pelabuhan Falabisahaya.

Sebelumnya, Kemenhub juga telah melakukan percepatan dan merampungkan pembangunan fasilitas pelabuhan pada 91 pelabuhan di Indonesia dan siap untuk dioperasikan. Pembangunan infrastruktur pelabuhan ini telah mengacu sistem pembangunan transportasi yang berorientasi pembangunan secara nasional, lokal dan kewilayahan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan transportasi laut.

Adapun dari 91 lokasi pembangunan infrastruktur pelabuhan yang tersebar pada 17 provinsi ini, sebanyak 80 lokasi pelabuhan dibangun di wilayah Indonesia Timur dan sebanyak 11 pelabuhan dibangun di wilayah Indonesia Barat.

Hal tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah untuk memprioritaskan pembangunan di wilayah-wilayah timur yang cenderung masih tertinggal dibanding wilayah barat.

Sebagai tindak lanjut rangkaian kegiatan peresmian 91 infrastruktur pelabuhan tersebut, sebanyak 55 pelabuhan telah diresmikan dalam kurun waktu bulan April hingga Juni tahun 2016.(dtc/ziz)