Kemenkominfo Blokir Situs Tumblr

oleh
Situs Tumblr yang diblokir Kemenkominfo.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memblokir situs jejaring sosial dan mikroblog Tumblr. Beberapa penyedia jasa internet seperti Telkomsel, XL Axiata, Indosat, dan Biznet sudah tidak bisa lagi mengakses Tumblr sejak tadi malam.

Netizen pun mengeluhkan sikap otoriter pemerintah itu melalui jejaring sosial lain yang masih bisa digunakan.

“Unsur negatifnya di mana, bro? Ini Tumblr buat nulis dan ngasah kreatifitas kok. Buset Indonesia,” keluh akun @nadzifalaqol.

Keluhan itu lantas dibalas admin akun Twitter resmi Telkomsel (@Telkomsel) yang menjelaskan jika pemblokiran suatu situs dikarenakan adanya unsur atau konten negatif.

(Baca Juga: Kominfo Cari Untung dari Upaya Blokir Situs Porno)

“Mohon maaf, Mas Nadzif. Untuk pemblokiran situs tertentu, sudah menjadi ketentuan yang ditetapkan oleh Telkomsel sesuai himbauan MENKOMINFO. Terima kasih. -Albi,” beber akun @Telkomsel.

Penjelasan dari akun @Telkomsel pun membuat netizen berang. Akun Twitter resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika (@kemkominfo) dibanjiri sindiran.

“shame on you, kenapa tumblr harus di blokir sih? emang isinya negatif doang? PLS. tulisan saya disitu ga ada back up, gimana?,” kata akun @baekserenity.

Hingga Selasa (6/3/2018), akun @Kemkominfo masih bungkam. Pihak Kemenkominfo juga tidak memberi respon.

Dua tahun lalu, pada Februari 2016, Kominfo sempat mewacanakan pemblokiran Tumblr karena dinilai turut menyebarkan konten pornografi dan LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender).

Kala itu banyak yang protes dan akhirnya pemblokiran dibatalkan. Pembatalan pemblokiran juga ditempuh karena Tumblr dianggap kooperatif.

Menurut keterangan resmi dari Kominfo, Tumblr bersedia melakukan self-censorship atas konten-konten negatif yang tak sesuai dengan aturan di Indonesia.

Dari mekanisme operasinya, Tumblr sebenarnya mirip Twitter. Platform tersebut memungkinkan pengguna membagi beragam jenis posting. Baik berbentuk teks, video, foto, GIF, tautan, maupun quote. Pengguna juga bisa memanfaatkan kemampuan “Re-blog” yang mirip dengan fungsi “Re-tweet”.(kcm/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *