Kemensos Korupsi Data Dampak Gempa Lebak

oleh
Warga Kampung Kakudu, Cilograng, Lebak, Banten berada di reruntuhan rumahnya yang terdampak gempa.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) yang baru saja dinakhodai politisi Golkar, Idrus Marham mulai menampakkan sikap koruptif. Hal itu tampak dalam hal data dampak bencana gempa bumi berkekuatan 6,4 skala richter yang berpusat di Lebak, Banten.

Kemensos mencatat data dampak kerusakan akibat gempa Lebak ini melanda 341 unit bangunan rumah dan fasilitas umum. Data ini njomplang jika dibandingkan milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak yang menyebutkan sedikitnya 1.269 rumah rusak di wilayah mereka akibat gempa kemarin.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos, Harry Hikmat, Rabu (24/1/2018), merinci, wilayah yang terdampak di Kabupaten Lebak, Banten yaitu di Kecamatan Bayah, Kecamatan Wanasalam, Kecamatan Cilograng, Panggarangan, Lebak Gedong, Sobang, Cimarga, Sajira, Cihara dan Rinten dengan total kerusakan 311 unit rumah dan bangunan.

(Baca Juga: Gempa 6,4 SR Bikin Panik Warga Jabodetabek)

Sementara di Pandeglangsatu gedung aula SMA CMBBS juga mengalami kerusakan akibat gempa yang terjadi pukul 13.34 WIB tersebut.

Selain itu, 13 unit rumah di Kelurahan Tari Kolot, Pakancilan dan Kuta, Bogor juga mengalami kerusakan, tiga unit rumah dan sekolah juga rusak di Desa Tanggeung, Desa Pageurmaneh Cianjur.

Serta terdata 13 unit rumah, masjid dan sekolah rusak di Kecamatan Cidahu dan Kecamatan Cirenghas Sukabumi.

Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Lebak, Banten, Madias menyatakan, sebanyak 1.269 rumah mengalami kerusakan akibat gempa tektonik berrinten 11 unit dan kekuatan 6,1 SR dengan koordinat 7,21 LS dan 105, 91 BT atau tepatnya 81 KM arah barat Lebak.

“Semua rumah yang mengalami kerusakan tersebar di 18 kecamatan,” kata Madias.

Selama ini, bencana gempa tektonik cukup kuat sehingga banyak rumah warga yang mengalami kerusakan.

Berdasarkan hasil rekapitulasi data sementara tercatat 1.269 rumah mengalami kerusakan akibat gempa tektonik itu.

Dari 1,269 rumah terdiri dari rusak berat sebanyak 146 unit dan rusak ringan 1.123 unit.

Mereka warga yang rumahnya mengalami kerusakan tersebar di 17 kecamatan antara lain Wanasalam 63 unit, Bayah 142 unit, Panggarangan 92 unit, Cilograng 149 unit, Lebak Gedong 66 unit, Cimarga 5 unit, dan Sajira 1 unit.

Begitu juga di Kecamatan Cirenten 17 unit, Cihara 5 unit, Bojongmanik 15 unit, Cijaku 23 unit, Cigemblong 9 unit, Malingping 549 unit, Cileles 1 unit dan Muncang 10 unit.

Kerusakan itu juga puluhan bangunan sekolah SD, SMP dan MA juga tempat ibadah.

Di sisi lain, hari ini Mensos Idrus Marham dijadwalkan meninjau lokasi terdampak gempa bumi di Lebak, Banten.

“Mensos akan ke lokasi yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi di Kecamatan Cilograng. Rencananya akan didampingi Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy,” kata Harry Hikmat.(ara/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *