Kementerian ESDM Galang Kekuatan Hadapi Freeport, Kumpulkan Para Mantan Menteri

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Kementerian ESDM menggelar pertemuan secara tertutup dengan seluruh mantan Menteri ESDM dari bergam era kepemimpinan. Pertemuan ini seakan menunjukkan adanya penggalangan kekuatan di Kementerian ESDM menghadapi tantangan yang ada. Salah satunya persoalan PT Freeport Indonesia yang sedang memanas.

Setidaknya ada lima mantan Menteri ESDM dari berbagai era yang datang sejak pukul 09.00 WIB di kantor Kementerian ESDM. Sejumlah menteri tersebut di antaranya Chairul Tanjung yang menjabat pada rentang periode 11 September 2014-20 Oktober 2014, Darwin Zahedy Saleh (22 Oktober 2009-19 Oktober 2011), Purnomo Yusgiantoro (9 Agustus 2001-20 Oktober 2004 dan 21 Oktober 2004-20 Oktober 2009), Kuntoro Mangkusubroto (16 Maret 1998-21 Mei 1998 dan 23 Mei 1998-20 Oktober 1999), hingga Soebroto (19 Maret 1983-21 Maret 1988.

Kedatangan mantan menteri ini disambut langsung Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. Pertemuan berlangsung tertutup di Gedung Heritage dilanjutkan menuju Gedung Utama untuk melihat foto-foto menteri yang pernah menjabat di Kementerian yang memegang sejumlah proyek strategis ini.

Salah satu Menteri ESDM di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Chairul Tanjung mengatakan, dirinya datang untuk berbagi pengalamannya sebagai orang yang pernah memegang jabatan nomor satu di Kementerian tersebut.

“Saya bercerita pengalaman masa lalu saja, supaya mereka dengan pengalaman yang pernah terjadi bisa menarik pengalaman dan bisa selesaikan dengan baik,” katanya, saat ditemui di Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (8/3/2017).

“Namanya kita sebagai mantan, saya kan orang yang pernah menyelesaikan masalah Freeport, masalah Newmont. Ya tentu kita sharing terhadap pengalaman yang pernah ada,” tambahnya.

Pria yang akrab disapa CT ini berharap seluruh keputusan yang diambil pemerintah merupakan keputusan yang terbaik bagi bangsa dan negara.

“Harapannya semua yang terbaik untuk bangsa ini bisa segera terjadi,” tukasnya.

Pertemuan ini berakhir sekitar pukul 10.51 WIB. Jonan dan Archandra sendiri tak mengucapkan sepatah kata pun terkait pertemuan yang berlangsung pagi tadi.(dtc/ziz)