Kenakalan Remaja di Surabaya Meningkat

No comment 445 views
Puluhan pelajar saat terjaring dalam razia yang digelar Satpol PP Surabaya.

Puluhan pelajar saat terjaring dalam razia yang digelar Satpol PP Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kenakalan remaja di Surabaya mengalami peningkatan. Fakta tersebut disampaikan Kabid Pengembangan Kapasitas Satpol PP Surabaya, Deny C. Tupamahu.

Deny menuturkan, mulai Januari hingga 22 November 2016, total kenakalan remaja yang dijumpai tim Satpol PP sebanyak 793 kasus. Angka ini mengalami peningkatan jika dibanding tahun lalu sebanyak 675 kasus.

“Rinciannya, 597 laki-laki dan 196 perempuan,” ungkap Deny, Selasa (22/11/2016).

Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto menambahkan, salah satu lokasi yang kerap didatangi remaja adalah Rumah hantu Darmo. Bangunan mangkrak tersebut kini lebih banyak didatangi remaja yang rentan masalah kenakalan.

Sepanjang 2016 aparat penegak perda tersebut menjumpai 62 remaja yang terjaring razia di rumah hantu Darmo. Mayoritas mereka yang terjaring sedang kedapatan pacaran saat malam hari.

“Beberapa di antaranya bahkan dinyatakan positif menggunakan obat-obatan terlarang,” ujar Irvan Widyanto.

Irvan menyesalkan lokasi tersebut dimanfaatkan oleh para remaja untuk melakukan aktivitas yang tidak produktif. Untuk itu, dia menyatakan, pihaknya tetap melakukan pengawasan secara random.

“Dalam sekali operasi, kita bisa mendapati 15-an remaja. Biasanya kalau setelah ada konser musik, mereka berkumpul di situ (rumah hantu Darmo),” jelasnya.

Pelanggaran kenakalan remaja terbanyak tahun ini didominasi oleh remaja yang kongkow di café. Jumlahnya mencapai 135 kasus.

Mereka yang terjaring razia di café umumnya terjerat masalah minuman keras (miras) dan narkoba.

Di luar café dan rumah hantu Darmo, operasi kenakalan remaja satpol PP juga menyasar warnet dan warung kopi (warkop). Namun, razia warnet dan warkop dilakukan saat jam-jam sekolah.

Remaja yang ‘diciduk’ di warnet mencapai 50 remaja sedangkan di warkop sebanyak 42 remaja. Mereka yang bolos sekolah di warnet umumnya bermain game online. Selain itu, satpol PP juga mendapati kasus balap liar sebanyak 8 kejadian.

“Ada pula yang minum kopi sambil merokok di warkop,” imbuh Irvan. (bmb/gbi)