Kepengurusan Baru Golkar Picu Perpecahan

No comment 197 views

akom dan setya novantoGLOBALINDO.CO, JAKARTA – Kepengurusan baru Partai Golkar dinilai bisa memicu perpecahan di tubuh partai beringin. Hal ini lantaran Ketua Umum Golkar, Setya Novanto tidak memegang prinsip rekonsiliasi seperti didengungkan dalam ajang Munaslub Bali.

“Jika pada kepengurusan sebelumnya konflik antara Aburizal Bakrie dan Agung Laksono, pada kepengurusan baru ada potensi konflik antara Setya Novanto dan Ade Komarudin,” kata Ketua Program Pascasarjana Komunikasi Universitas Jayabaya Jakarta, Lely Arrianie, Selasa (31/5/2016).

Pengajar Komunikasi Politik Universitas Bengkulu ini menilai, kepengurusan baru Partai Golkar yang dibentuk Setya Novanto dan tim formatur tidak mencerminkan semangat rekonsiliasi. Nama-nama yang duduk dalam struktur kepengurusan dianggap tak mengakomodasi semua kubu yang ada di internal Golkar.

“Kalau dibaca dari apa yang diumumkan (kepengurusan) tentu saja roh rekonsiliasi yang didengungkan menjelang Munaslub tampaknya tidak tercapai sepenuhnya,” kata Lely.

Hanya segelintir loyalis pesaing Novanto, Ade Komarudin, yang ditempatkan di kepengurusan.

Lelly juga menilai, ketidakhadiran Ade dan timsesnya pada hari pengumuman kepengurusan bisa jadi bentuk protes kurang diakomodasinya kubu tersebut.

Meski begitu, konflik baru bisa dihindari jika ada kesepakatan-kesepakatan politik lain antar kubu.

“Misal, ada kompromi politik di balik semua itu, oke lah tidak masuk kepengurusan, tapi kami berikan ruang untuk bisa berada dalam posisi pemerintahan,” ujar Lely.

Jika tak ada kesepakatan baru, Lely menyarankan agar susunan kepengurusan tersebut diubah kembali untuk menampung aspirasi semua kelompok.

Ketua Umum Partai Golkar 2016-2019 Setya Novanto telah merilis kepengurusan di bawah kepemimpinannya pada Senin (30/5/2016) kemarin.

Dalam susunan kepengurusan yang resmi terbentuk, tidak semua tim sukses Ade diakomodir. Tercatat, hanya tiga orang yang ditarik masuk yaitu Bambang Soesatyo sebagai Kabid PP Jawa II Jateng-DIY, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto sebagai anggota Dewan Pembina, dan Siti Hediati Hariadi alias Titiek Soeharto sebagai Wakil Ketua Dewan Pakar.

Pada hari pengumuman, baik Ade maupun anggota timsesnya yang ditunjuk menjadi pengurus, tak ada yang hadir.(kcm/ziz)