Kerugian Stadion GBK Rusak Ditaksir Rp 150 Juta, Pengelola Temukan Ciri-Ciri Pelaku

oleh
Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPK GBK) Winarto memeriksa kondisi pagar pembatas lapangan yang rusak di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Kerusakan Stadion Gelora Bung Karno (GBK) buntut kisruh suporter usai laga Final Piala Presiden antara Persija Jakarta kontra Bali United di SUGBK, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (17/2) malam WIB. Kerugian akibat kerusakan itu mencapai Rp 150 juta dan Pihak pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) telah menemukan ciri-ciri pelaku pengrusakan.

Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks GBK mengatakan, oknum suporter, baik yang berada di dalam stadion maupun yang kehabisan tiket, diduga melakukan sejumlah perusakan, mulai dari menjebol pintu gerbang masuk stadion, merusak tujuh segmen pembatas, dan merusak taman di sekitar SUGBK.

“Selepas final Piala Presiden, kerugian SUGBK ditaksir sekitar Rp 150 juta,” ucap Winarto pada sesi jumpa pers di SUGBK, Senin (19/2).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, pun disebut telah memantau kerusakan-kerusakan tersebut.

“Tadi pagi, Menteri PUPR sudah mengecek. Hitung-hitungan kontraktor kerugian mencapai Rp 100 juta, tetapi Pak Menteri memberikan perkiraan maksimum sebanyak Rp 150 juta,” tutur Winarto.

Winarto mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi ciri-ciri para pelaku. Terduga pelaku diidentifikasi berdasar aksinya saat terjadi pengrusakan yang terekam kamera CCTV.

“Jadi semua data yang dorong-dorong pintu juga ada semua, fotonya ada semua. Pada saat misalnya panitia melakukan tuntutan hukum kepada yang bersangkutan, datanya sudah ada semua,” kata  Winarto.

Ia menjelaskan, sistem keamanan di SUGBK telah dilengkapi kamera pemantau (CCTV) 7K di sejumlah titik. CCTV ini bisa merekam sekaligus mendeteksi aktivitas penonton dan merekam detail wajahnya.

Winarto menyerahkan kepada panitia Piala Presiden apakah melaporkan kasus ini ke polisi atau tidak. Panitia sendiri menurutnya bertanggung jawab atas kerusakan dengan memberikan uang jaminan Rp 1,5 miliar.

“Tuntutan hukum, semuanya ada data dan rekaman ya di control room kita dan kalau misalnya mereka ada tuntutan hukum tentu kita akan support dengan data yang ada. Kepada panitia silakan,” ucapnya. (kc/adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *