Ketua Badan Kehormatan DPD RI Diteror Ancaman

am fatwaGLOBALINDO.CO, JAKARTA – Ketua Badan Kehormatan DPD RI, AM Fatwa mengaku menerima teror ancaman dari orang tak dikenal.

Bunyi ancaman itu ialah “Pak Fatwa, jangan mencampuri urusan orang lain. Urus keluarganya sendiri saja kalau mau selamat”, begitu ngomongnya.”

AM Fatwa mengaku menerima ancaman itu Jumat (6/5/2016) kemarin. Awalnya, si pengancam menelepon ke nomor handphone-nya namun yang mengangkat ajudannya.

“Ajudan saya seorang brigadir polisi menerima telepon, minta bicara dengan saya. Tapi ajudan tidak mau mengganggu karena saya sedang istirahat, kurang sehat. Itu kemarin pagi sekitar jam 08.00 WIB,” tutur AM Fatwa, Sabtu (7/5/2016).

Ajudan Fatwa sebenarnya curiga dengan nada bicara penelepon yang tidak ramah. Ajudan lalu bertanya soal identitas si penelepon, namun tak dijawab. Lalu si penelepon misterius itu melontarkan ancaman.

Tak hanya mengancam ditelepon, setelah itu, kata Fatwa, si penelepon mengirim SMS yang bunyinya senada dengan ancaman ditelepon. Lalu, Fatwa melapor ke Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

“Saya SMS Kapolri, tembusan ke Kapolda Metro, memberi tahu peristiwa itu. Dan segera setelah itu, mungkin Kapolri sudah perintahkan, Kapolda segera menghubungi saya menyatakan akan segera menangani,” ujar Fatwa.

Usai salat Jumat, Fatwa lalu membuat laporan resmi ke Polda Metro Jaya, kemudian di BAP di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Nomor telepon yang dilaporkan adalah 085892595027.

“Saya diberitahu polisi ancaman hukumannya menggunakan UU ITE, pasal 29 juncto pasal 45, itu ancamannya 12 tahun penjara,” ujar senator asal dapil DKI Jakarta ini. Fatwa menduga ancaman ini terkait masalah di Luar Batang.(dtc/ziz)