Ketua DPR Ingin Eksekusi Mati Bandar Narkoba Dipercepat

oleh
Ketua DPR Bambang Soesatyo.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menginginkan proses eksekusi hukuman mati Bandar narkoba bisa dipercepat. Tindakan ini untuk mempertegas upaya memerangi narkoba mengingat jumlah anak muda Indonesia yang kecanduan narkoba semakin mencemaskan, mencapai 5,9 juta orang.

Percepatan proses hukuman mati itu akan dibahas dalam revisi UU Narkoba. Selain butir tentang eksekusi mati, RUU juga merumuskan ulang aturan terkait rehabilitasi pengguna narkoba.

“Karena itu, saya sudah minta Badan Legislasi DPR mengkaji beberapa permasalahan krusial dalam pemberantasan narkotika. Seperti, percepatan eksekusi mati bandar narkotika, ketentuan mengenai rehabilitasi pengguna narkotika, serta aturan agar narkoba tidak dijadikan sebagai alat untuk memeras korban,” tandas Bambang, kemarin malam.

Bambang menegaskan, semua pihak harus terlibat melawan narkoba. “Kita tidak boleh setengah hati dalam memberantas peredaran narkoba. Semua pihak harus berjihad melawan narkoba,” kata politisi yang akrab disapa Bamsoet ini.

Politisi Partai Golkar ini mengungkapkan, pentingnya percepatan pembahasan RUU narkotika diperlukan mengingat peredaran barang haram ini sudah memasuki tahap gawat darurat. Ia mengaku sudah meminta Badan Legislasi DPR untuk mengkaji hal-hal apa saja yang perlu direvisi dari UU narkotika.

Bamsoet mengungkapkan, berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dari 87 juta populasi anak di Indonesia, 5,9 juta di antaranya menjadi pencandu narkotika, serta 1,6 juta anak dari jumlah tersebut menjadi pengedar.

“Informasi lain yang saya peroleh, terdapat 72 jaringan internasional yang aktif bersaing menjual narkotika di Indonesia. Jaringan internasional ini akan terus mengalami regenerasi pangsa pasar serta sasarannya ditujukan sampai ke tingkat terendah yaitu anak-anak usia 9 tahun,” kata Bambang. (vin/adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *