Ketua DPR Persilahkan Antasari Bongkar Misteri Pembunuhan Nasruddin

Mantan ketua KPK< Antasari Azhar didampingi istrinya, Ida Laksmiwati sempat menggelar jumpa pers sesaat sebelum keluar dari Lapas Klas I Tangerang, Kamis (10/11). Antasari dinyatakan bebas bersyarat dalam momentum Hari Pahlawan 10 November 2016 setelah menjalani masa hukuman 7,5 tahun penjara.

Mantan ketua KPK< Antasari Azhar didampingi istrinya, Ida Laksmiwati sempat menggelar jumpa pers sesaat sebelum keluar dari Lapas Klas I Tangerang, Kamis (10/11). Antasari dinyatakan bebas bersyarat dalam momentum Hari Pahlawan 10 November 2016 setelah menjalani masa hukuman 7,5 tahun penjara.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Ketua DPR Ade Komarudin (Akom) mempersilahkan Antasari Azhar jika ingin membongkar misteri kasus pembunuhan Dirut Putra Rajawali Banjaran, Nasruddin Zulkarnaen. Menurut Akom –sapaan akrabnya- mantan Ketua KPK itu berhak mendapat keadilan jika merasa selama ini menjadi korban kriminalisasi dan harus mendekam di penjara selama 7 tahun 6 bulan.

“Itu hak beliau, saya tidak mau melarang, itu hak beliau. Soal secara hukum lainnya saya serahkan kepada yang berwenang,” ujar Ade Komarudin yang akrab disapa Akom di Gedung DPR, Kamis (10/11).

Kasus pembunuhan yang menjerumuskan Antasari Azhar ke penjara diliputi nuansa politis. Hal itu terkait sepak terjang Antasari selama menjabat Ketua KPK yang sempat menjerat Aulia Pohan, besan Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

Ayah Annisa Pohan itu akhirnya divonis bersalah dalam kasus dugaan korupsi dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) sebesar Rp 100 miliar dan dihukum 4,5 tahun penjara pada tahun 2008. Buntut tertangkapnya Aulia ini, SBY dikabarkan sempat murka.

Tak berselang lama, Antasari menjadi tersangka kasus pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen yang tak lain adalah sahabatnya sendiri. Antasari dituding sebagai dalang pembunuhan karena  motif cinta segitiga dengan seorang caddy golf, Rani.

Di sisi lain, ada juga spekulasi yang menyebutkan bahwa dijeratnya Antasari ke dalam persoalan hukum lantaran saat itu dia tengah menyelidiki kasus korupsi besar lainnya.

”Silahkan saja diungkap,” ucap Ade  Komaruddin.

Tak lupa, politisi Partai Golkar ini tak lupa mengucapkan selamat atas bebasnya Antasari Azhar dari Lembaga Pemasyarakatan. Antasari resmi menghirup udara bebas pada pukul 10.10 WIB dari Lembaga Permasyarakatan (LP) Tangerang setelah dihukum 18 tahun penjara untuk kasus pembunuhan yang tidak dia akui hingga kini. (Baca: Antasari Azhar Bebas, Pimpinan KPK Langsung Ajak Bertemu).

“Saya senang, selamat datang untuk beliau,” kata Akom.

Namun Antasari nampaknya enggan mengungkit-ungkit lagi kasus pembunuhan Nasruddin. Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat itu mengaku telah mengikhlaskan nasib hidup di penjara selama 7,5 tahun terakhir ini tanpa menyimpan dendam kepada siapapun.

“Setelah saya merenung di dalam sini, saya menarik kesimpulan, saya sudah ikhlaskan lahir batin apa yang terjadi. “Saya serahkan kepada Allah SWT. Allah yang akan tunjukkan keadilan itu, silakan Allah hukumlah mereka. Saya sudah jalani hukuman negara. Hukuman akhirat mereka yang terima,” kata Antasari dalam jumpa pers dalam momentum pembebasannya di Lapas Kelas I Tangerang, Kamis (10/11).

Antasari Azhar langsung menggendong cucunya yang dibawa istri dan keluargnya untuk menjemput mantan Ketua KPK itu di Lapas Klas I Tangerang.

Melepas Kangen: Antasari Azhar langsung menggendong cucunya yang dibawa istri dan keluargnya untuk menjemput mantan Ketua KPK itu di Lapas Klas I Tangerang.

Pada tahun 2009, Antasari Azhar divonis 18 tahun penjara atas pembunuhan bos PT Putra Rajawali Bantaran, Nasrudin Zulkarnain. Mulai dari Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, Mahkamah Agung, hingga peninjauan kembali, Antasari dinyatakan bersalah.

Menurut pihak kepolisian, pembunuhan Nasrudin bermula dari terkuaknya pertemuan antara Antasari dan seorang caddy golf bernama Rani Juliani di Kamar 803 Hotel Grand Mahakam, Jakarta Selatan.

Pada 7 Mei 2009, Antasari diberhentikan sementara sebagai pimpinan KPK. Keputusan Presiden pemberhentian, sementara Antasari ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika itu.

“Sejak hari ini, sejak keluar pintu (Lapas) tadi, dendam saya, benci saya, kecewa saya, saya tinggal di dalam. Saya keluar dengan hati bersih. Saya tidak mau bawa beban untuk keluarga,” ujar Antasari.

Namun sebelumnya, kuasa hukum Antasari, Boyamin Saiman menyatakan kliennya tetap ingin melakukan ‘balas dendam’. Keinginan ini disampaikan Antasari kepada Boyamin saat Boyamin mengunjungi Antasari di Lapas, pada Sabtu (5/11).

“Pak Antasari bilang, pas bebas nanti, dia akan ‘balas dendam’. ‘Balas dendam’-nya dengan ngemong tiga cucunya. Selama dia ditahan, sudah ada tiga cucu,” kata Boyamin saat Selasa (8/11) lalu.

Bahkan, Antasari sempat menyebutkan bahwa dia ingin sebulan penuh menghabiskan waktu bersama keluarga dan ketiga cucunya tanpa diganggu dengan kegiatan lain.

“Pak Antasari sudah bertekad tidak akan ke mana-mana selama sebulan itu. Dia punya cucu tiga, dua cucu dari anak pertamanya, satu cucu lagi dari anak keduanya,” ujar Boyamin. (kc/gbi)