Ketua DPRD Surabaya Persilahkan Fraksi Ajukan Hak Interpelasi ke Risma

oleh
Ketua DPRD Surabaya, Armuji.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Belum cairnya gaji ke 13 untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah kota kembali menuai komentar dari Ketua DPRD Surabaya, Armuji. Terbaru, Armuji mempersilahkan fraksi di DPRD jika ingin mengajukan hak interpelasi kepada wali kota.

Menurut Armuji, pengajuan hak interpelasi merupakan salah satu hak yang dimiliki oleh anggota dewan. Meskipun PDIP sebagai pengusung Tri Rismaharini tidak akan melakukannya.

“Fraksi lain jika ingin mengajukan hak interpelasi silahkan. Tapi fraksi kami (PDIP) tidak akan melakukannya,” ujar Armuji, Rabu (10/10/2018).

Armuji mengatakan sebanyak 14 ribu tenaga kerja aparatur sipil negara hingga saat ini belum menerima gaji 13 yang seharusnya dijadwalkan cair bulan Juli 2018 lalu. Terlebih dewan sudah mengupayakan maksimal.

Politisi senior ini menuturkan, anggota dewan mulai mengawal gaji ke 13 sejak perencanaan perubahan anggaran 2018. Namun, nyatanya Pemkot tidak mau menganggarkan lantaran mengaku sudah dialokasikan di anggaran murni sebesar Rp 58 miliar.

“Dewan sudah upaya. Sekarang biar masyarakat yang menilai. Sebab sekarang tingal niatan wali kota untuk mencairkan tau tidak,” kata Armuji.

Lebih lanjut, Armuji menegaskan Risma belum secara resmi belum mengomunikasikan ke dewan. Terkait alasannya tidak segera mencairkan dana gaji 13.

Informasi yang didapatkan oleh dewan adalah Risma menyebut bahwa pendapatan Pemkot belum cukup untuk mencairkan anggaran gaji 13.

“Sampai akhit bulan lalu, pendapatan pemkot sudah 71,94 persen. Sekarang pasti sudah 73 persen. Sudah sangat cukuplah kalau untuk cairkan dana gaji 13,” tegasnya.

Lebih jauh, dia mendorong Risma untuk tidak memikirkan diri sendiri. Sebab ASN ini bukan hanya yang berpangkat dan berjabatan tinggi. Namun juga ASN yang dari golongan rendah. Seperti yang golongannya D pangkat rendah. Bisa saja mereka sangat menbutuhkan pencairan dana gaji 13.

“Jangan-jangan mereka sudah sampai utang kanan kiri, untuk biaya sekolah, untuk biaya jelang lebaran. Sampai sekarang malah belum cair,” pungkas Armuji. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *