Ketua IKBPS Bantah Ada Bentrok Antara Mahasiswa Papua dengan Pihak Keamanan

oleh
Ketua IKBPS, Piter saat konferensi pers di Kantor Kecamatan Tambaksari. 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kabar adanya bentrok antara pihak keamanan dengan mahasiswa Papua di Asrama Mahasiswa Papua, di Jalan Kalasan dibantah oleh Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya (IKBPS). Ketua IKBPS, Piter menegaskan, isu yang merebak di media sosial tidak benar.

Begitu juga terkait informasi adanya diskriminasi baik secara rasial maupun seksual, Piter menyatakan bahwa info yang menyebar itu merupakan informasi palsu. Sehingga justru memperkeruh suasana.

“Baik selama di Surabaya maupun saat kejadian di Asrama Mahasiswa Papua Jalan Kalasan no 10 pada tanggal 6 Juli lalu. Tidak ada mahasiswa Papua yang mengalami diskriminasi,” kata Piter ketika melakukan konferensi pers di Kantor Kecamatan Tambaksari, Kamis (12/7/2018).

Piter menerangkan, kegiatan yang berlangsung pada tanggak 6 Juli lalu merupakan kegiatan pendataan penduduk non permanen. Pendataan itu sesuai Permendagri 14/2015.

“Tidak ada pelanggaran HAM ataupun yang lain pada kejadian ini,” tegasnya.

Begitu juga soal teriakan yang menyerukan adanya perbuatan rasis dari pihak keamanan, menurutnya, setelah diklarifikasi itu bukanlah dari mahasiswa Papua.

“Itu bukan adik-adik mahasiswa Papua. Melainkan saudari Anindya Shabrina yang bukan merupakan mahasiswa Papua,” jelas Piter.

Terkait ulah Anindya yang dianggap meresahkan itu, IKBPS menegaskan bahwa langkah hukum akan diambil untuk segera menyelesaikan masalah itu. Bahkan pihaknya sudah melapor ke pihak kepolisian pagi tadi.

“Kami juga akan mengagendakan untuk bertemu dengan LBH Surabaya dan Kontras untuk mengurai masalah itu dan menjelaskan bahwa apa yang sesungguhnya terjadi itu tidak seperti yang menjadi viral,” imbuh Piter.

Dalam kesempatan itu , Piter juga menegaskan komitmen warga Papua di Surabaya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurut dia, NKRI adalah harga mati.

“Saya sendiri 20 tahun tinggal dan bekerja di Surabaya, selama ini saya merasa nyaman. Kami tidak ingin isu-isu tidak benar yang meresahkan ini justru memperkeruh suasana,” pungkas Piter. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *