Ketua Komisi B Kecewa dengan Perwakilan Uber

No comment 210 views
Perwakilan uber,

Perwakilan uber Sandi dan Dian.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Tensi panas mewarnai dengar pendapat antara Komisi B DPRD dengan vendor Uber. Kejadian itu bermula ketika perwakilan dari Uber menolak menandatangani resume hearing.

Pantauan di lokasi, Ketua Komisi B Mazlan Mansyur sebelumnya meminta agar perwakilan dari Uber membubuhkan tanda dalam rekomendasi hearing yang dihasilkan.

Namun permintaan itu ditolak menta-menta oleh dua perwakilan Uber yang hadir. Baik Sandi maupun Dian, keduanya mengaku tidak memiliki wewenang menyetujuinya.

“Kehadiran kami di sini hanya untuk melihat permasalahan yang dibahas selama hearing. Kami tidak punya kapasitas menandatangani rekomendasi yang dihasilkan,” ujar Sandi, Selasa (18/10/2016).

Mendengar jawaban tersebut kontan membuat Mazlan emosi. Mazlan menuding sikap yang ditunjukkan perwakilan Uber tidak menghargai pejabat teras yang hadir.

Mazlan menegaskan, jika memang kedatangan perwakilan Uber tidak memiliki kapasitas membuat kebijakan mestinya disampaikan pada saat pertama kali datang ke Komisi B.

“Kalau saya tahu dari awal tidak bisa membuat keputusan, dari awal kalian sudah tak usir dari ruangan ini,” geramnya.

Dalam rekomendasi yang dibuat ada beberapa yang dianggap memberatkan uber. diantaranya manajemen uber dilarang melakukan rekrutmen secara baik secara online dan manual.

Manajemen Uber juga dilarang menentukan tarif sendiri. Uber juga diminta menghentikan bungutan sebesar Rp. 35 yang dikenakan ke driver.

Kendaraan uber yang diperbolehkan beroperasi di kota pahlawan harus bernopol Surabaya. Uber tidak boleh merubah aturan yang disepakati dengan mitra Uber.

Hearing akhirnya ditutup dengan janji perwakilan bakal didatangkannya pemilik Uber yang berada di Singapura.

“Kalau ada waktu mungkin pemilik Uber yang ada di Singapura akan hadir ke sini,” jawab Dian, saat diminta Ketua DPRD Surabaya, Armuji kesanggupan menghadirkan pemilik Uber. (bmb/gbi)

Tags: