Ketua Komisi C Minta Akses Apartemen Gunawangsa Tidar Dibongkar

oleh
Suasana hearing soal Apartemen Gunawangsa Tidar di Komisi C DPRD Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Ketua Komisi C (pembangunan) DPRD Surabaya, Syaifudin Zuhri meminta pihak Apartemen Gunawangsa Tidar segera membongkar box culvert untuk akses jalan yang dibangun setelah proses normalisasi sungai.

Syaifudin mengingatkan, alih fungsi sungai yang dilakukan pengembang Apartemen Gunawangsa secara kasat mata akan mengganggu aliran sungai Asemrowo. Untuk itu, pihaknya menanyakan terkait proses keluarnya Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

“Kita masih merasa janggal terutama untuk izin AMDAL,” ujar Syaifudin, Senin (3/12/2018).

Atas banyaknya keluhan dari masyarakat, politisi dari PDIP ini meminta pihak Gunawangsa Tidar segera membongkar box culvert yang rencananya akan dibuat jalan tersebut.

“Agar supaya tidak mengganggu arus sungai yang ada di situ yang bisa saja menyebabkan terjadinya timbunan sampah,” pintanya.

Sementara jika pihak Apartemen Gunawangsa tidak segera membongkar bangunan akses jalan yang dibuat dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) itu, menurut dia hal itu akan semakin menguatkan dugaan adanya skenario titipan yang hanya menguntungkan pihak Gunawangsa.

“Apa keberatannya Gunawangsa kalau itu tidak disetujui oleh pemerintah kota dan dia harus bongkar. Karena dia bertindak tidak atas persetujuan Dinas PU dan Bina Marga,” tegasnya.

Ia pun meminta pemkot Surabaya melakukan penindakan melalui pengajuan permohonan Bantuan Penertiban (Bantip) agar proses pembongkaran segera dilakukan.

“Jadi tindakan yang dilakukan tanpa persetujuan pemerintah kota, maka pemerintah kota harus segera melakukan penindakan agar mereka (Gunawangsa) tertib,” imbuhnya lagi.

Sementara itu, CEO Apartemen Gunawangsa, Triandy Gunawan mengatakan akan mengkoordinasikan dengan tim dan pihak pemkot terkait permintaan pembongkaran box culvert oleh Komisi C tersebut.

“Ya nanti kita koordinasikan dengan pemerintah kota, kalau sekarang ya nggak berani ngomong,” jelas Triandy Gunawan singkat. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.