Ketua Komisi C Minta Pungli di Pasar Sememi Dilaporkan ke Polisi

Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri meminta Dinas Koperasi ambil tindakan tegas terkait pungutan di Pasar Sememi.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri meminta Dinas Koperasi ambil tindakan tegas terkait pungutan di Pasar Sememi.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta Dinas Koperasi mengambil tindakan tegas terkait penarikan sebesar Rp 35 juta yang dilakukan pengurus Pasar Sememi lama.

Syaifuddin menegaskan, praktek jual beli stan di pasar milik pemkot sudah termasuk kategori pungutan liar (pungli). Karena itu, Dinas Koperasi Surabaya harus mampu mengamankan aset Pemkot Surabaya.

“Dinas koperasi harus mampu menertibkan. Stan belum diresmikan dan belum diserahkan terimakan sudah ada yang mau berbuat macam-macam,” tegas Syaifuddin, Kamis (20/10/2016).

Syaifuddin mengingatkan, Dinas Koperasi memiliki kewenangan untuk mengelola dan mengamankan aset pemkot berupa pasar. Tujuanannya adalah untuk menumbuhkan iklim ekonomi bagi warga Surabaya.

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, sejalan dengan semangat Presiden Joko Widodo dalam mempidana praktik pungli, pelaku pungli di pasar milik Pemkot Surabaya harus dihilangkan.

“Dinas koperasi harus menyelesaikan masalah ini dengan cara yang baik. Pedagang harus berani bersuara soal pungli ini. Kalau diam jangan diberi stan,” ujarnya.

Dari laporan yang diterimanya, sudah ada tiga pedagang yang mengaku sudah membeli. Hal itu dibuktikan dengan kwitansi yang sudah masuk ke meja Komisi C DPRD Surabaya. Hanya saja, tidak semua pedagang barani mengaku.

“Saya juga minta praktik pungli yang dilakukan oleh oknum paguyuban pasar lama ini segera dilaporkan ke polisi. Karena itu sudah masuk ranah pidana,” ancam Ipuk, sapaannya.

Lebih jauh ia meminta kepada Lurah, Camat Benowo, dan Dinas Koperasi melakukan verifikasi ulang, mulai dari jumlah stan hingga jumlah pedagang lama. Tujuannya untuk mendata para pedagang lama supaya bisa terakomodir dengan baik.

“Pemkot menyiapkan 290 stan. Dan ini dikhususkan kepada warga Surabaya,” pungkas Ipuk. (bmb/gbi)