Ketua PAC Bulak Pertanyakan Penunjukan Kepengurusan Baru DPC PDI-P Surabaya

oleh
Ketua PAC PDI-P Kecamatan Bulak, Surabaya, Riswanto (kanan) ketika menghadiri acara partai.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Protes penetapan Ketua DPC PDI-P Kota Surabaya terus berlanjut. Terbaru, Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Bulak, Riswanto mempertanyakan penetapan yang dilakukan oleh DPP PDI-P tersebut.

Riswanto menegaskan, sesuai mekanisme partai usulan yang disampaikan kepada DPD dan DPP berpedoman pada hasil Rapat Kerja Cabang (Rakercab). Untuk Surabaya, Rakercap digelar pada hari Kamis, (27/6).

“Sehingga ketika terjadi protes dan penolakan Saat dibacakan maka DPP akan membahas kembali, sebab itu masih rancangan, bukan keputusan,” terang Riswanto saat dikonfirmasi via ponsel, Senin (8/7).

Atas dasar itu, Riswanto menilai jika saat ini belum ada penetapan alias skorsing. Oleh Karena itu, sampai saat ini status DPC PDI Perjuangan masih demisioner.

Tidak hanya itu, politisi yang juga duduk sebagai Legislator komisi C DPRD Surabaya ini juga menyebut posisi kepengurusan anyar dibawah Adi Sutarwijono belum resmi.

“Karena belum ada SK resmi. Sifatnya masih rancangan. Itu yang perlu diluruskan. Jangan pernyataan Saya dipelintir seolah-olah Saya menolak keputusan Ketua Umum,” terang Riswanto.

Untuk diketahui, DPP PDI-P telah menunjuk Adi Sutarwijono sebagai Ketua DPC PDI-P Kota Surabaya dalam konferensi cabang serentak PDI Perjuangan yang digelar di Empire Palace Surabaya, Minggu (8/7/2019).

Keputusan yang dibuat DPP cukup mengejutkan mengingat di bawah kepemimpinan Whisnu Sakti Buana (WS), partai berlambang kepala banteng dengan moncong putih di Surabaya terbilang sukses. Salah satunya keberhasilan mempertahankan perolehan 15 kursi untuk DPRD Surabaya.

Tak ayal, penunjukan ketua bari itu langsung menuai protes. Lantaran nama yang dibacakan tidak sesuai dengan keputusan hasil Rakercab DPC PDI-P Surabaya yang digelar di Gedung Wanita, Jalan Kalibokor 27 Juni kemarin.

Dalam Rakercab, sebanyak 31 PAC mengusulkan nama Whisnu Sakti Buana. Namun, hasil tersebut tidak diindahkan oleh DPP PDI Perjuangan.

Sementara dalam Peraturan Partai Nomor 28 Tahun 2019 pasal 5, yang dihasilkan dalam Rakernas menyatakan bahwa tentang evaluasi kinerja DPC yang berstatus baik tidak perlu dilakukan penggantian pengurus.

Riswanto menambahkan, atas dasar tersebut maka forum Konfercab yang dibacakan di Gedung Empire Palace kemarin, harusnya dievaluasi kembali oleh DPP.

“Karena DPC PDIP Surabaya tidak termasuk dalam evaluasi kinerja yang buruk,” pungkasnya. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.