Ketua Pengadilan Agama Diciduk Saat Indehoi dengan Selingkuhan di Hotel

Ketua Pengadilan Agama Padang Panjang, Elvia Darwati (49) tertangkap basah sedang bermesraan dengan lelaki selingkuhannya di kamar hotel kawasan Bukittingi, Sumbar, Senin (10/10) malam.

Ketua Pengadilan Agama Padang Panjang, Elvia Darwati (49) tertangkap basah sedang bermesraan dengan lelaki selingkuhannya di kamar hotel kawasan Bukittingi, Sumbar, Senin (10/10) malam.

GLOBALINDO.CO, BUKITTINGI – Lembaga peradilan kembali tercoreng dengan aksi perselingkuhan hakim. Bahkan kali ini, Ketua Pengadilan Agama Padang Panjang, Sumatera Barat, Elvia Darwati (49), yang tertangkap basah sedang bercinta dengan seorang lelaki bukan muhrim di dalam kamar hotel kawasan Bukittinggi.

Juru bicara Mahkamah Agung (MA) Suhadi membenarkan Ketua Pengadilan Agama Padang Panjang Elvia Darwati, terjaring dalam razia saat bercinta dengan selingkuhannya di kamar hotel.

“Benar, Ketua Pengadilan Agama Padang Panjang tertangkap razia oleh Satpol PP Kota Padang Panjang,” ujar Suhadi ketika dihubungi di Jakarta, Selasa (11/10).

Suhadi mengatakan, MA akan segera melakukan pemeriksaan terhadap ED dengan dugaan perselingkuhan. Namun sebelumnya Pimpinan Mahkamah Agung sudah meminta Ketua Pengadilan Tinggi Agama Sumatera Barat untuk segera melaporkan kebenaran peristiwa penangkapan itu.

“Setelah itu Badan Pengawas akan membentuk tim untuk melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan,” ujar Suhadi.

Setelah pemeriksaan selesai, barulah Ketua Mahkamah Agung menentukan sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada ED. “Sekarang menunggu laporan Ketua Pengadilan Tinggi Agama di sana,” pungkas Suhadi.

Aksi mesum Elvia kepergok petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Bukittinggi saat melakukan razia penyakit masyarakat (pekat) di kamar hotel, Senin (10/10) malam.

“Kami tangkap saat razia gabungan di satu hotel,” ujar Kepala Sat Pol PP Bukittinggi Syafnir, kepada , Senin (10/10).

Elvia sempat menolak digiring petugas Satpol PP dan mengaku sebagai hakim pengadilan agama. Saat identitasnya diminta, warga Jalan Masjid Sukron Purwodadi, Labuhan Batu, Sumatera Utara ini megeluarkan kartu Pegawai Negeri Sipil dan kartu hakim.

“Ia mengaku hakim pengadilan agama, dan pria yang bersamanya di dalam kamar diakuinya sebagai suami kedua dan yang sudah nikah secara agama,” ungkap Syafnir. Namun, ketika diminta menunjukkan bukti pernikahan mereka, Elvia tidak bisa berkelit. Mereka pun diiring ke kantor Saptol PP.

Petugas gabungan yang terdiri dari polisi, TNI serta Satpol PP pun tak gentar dan tetap menggiring pasangan ini, karena menganggap mereka pasangan ilegal. Sementara, saat ponsel keduanya disita dan diperiksa petugas mendapati pesan singkat yang berisi tentang rencana mereka untuk membohongi petugas dengan menyuruh sang pria mengaku sebagai suami. (bs/gbi)