Khofifah-Demokrat Mesra, Gus Ipul dan Nyalla Kandas

oleh
Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Soekarwo dan Khofifah Indar Parawansa.
Akrab: Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Soekarwo dan Khofifah Indar Parawansa.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Strategi Khofifah Indar Parawansa menyalip di tikungan terakhir bursa bakal calon gubernur Jawa Timur membuat rival politiknya kelimpugan. Manuver Khofifah merangkul Partai Demorkat dan mantan rival bebuyutannya, Soekarwo bahkan memaksa kandidat incumbent, Saifullah Yusuf alias Gus Ipil (Wagub) gigit jari dan La Nyalla Matalitti menyatakan mundur dari pencalonannya.

Lamaran Khofifah ke Partai Demokrat juga mendapat sambutan baik dari partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono itu. PD sudah mengirim sinyal kuat mengusung Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim.

“Semalam kami terima perwakilan resmi dari Bu Khofifah yang membawa surat kuasa dari beliau,” ungkap Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim Renville Antonio, Minggu (1/10) malam.

Menurut Renville, kedua perwakilan tersebut mendatangi Kantor DPD Partai Demokrat di kawasan Kertajaya untuk pengambilan formulir yang bertepatan dengan waktu penutupan akhir pendaftaran penjaringan bakal calon gubernur Pilgub Jatim 2018.

“Sesuai dengan hasil koordinasi dengan DPP, nanti semua dokumen yang belum diserahkan langsung diserahkan ke DPP serta semalam kami anggap sudah mendaftar,” ucap Renville.

Sambutan hangat PD untuk Khofifah ini mencairkan perseteruan lama kedua pihak di dua periode Pilgub Jatim (2008 dan 2013). Pada dua pilgub itu, Khofifah harus mengakui kekalahan dari Soekarwo yang berpasangan dengan Saifullah Yusuf.

Kini, peta politik berubah drastis. Soekarwo yang mengisyaratkan mendukung penuh keputusan partainya untuk mendukung Khofifah semakin memperkuat sinyal perpecahan anatra dirinya dengan Gus Ipul.

“Bisa mengusung calon (kader) sendiri. Juga bisa orang lain yang bisa di-Demokrat-kan (menjadi kader Demokrat),” kata gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini.

Manuver politik Khofifah maupun Demokrat ini tentu sangat mengecewakan bagi Gus Ipul yang lebih dulu mendaftar dan mengidamkan tiket dari partai bintang mercy. Gus Ipul telah mendaftar untuk posisi bakal cagub Jatim ke PD Jatim pada Juli lalu.

Kendati Wagub Jatim yang baru mengantongi dukungan dari PKB ini mengaku tak masalah dengan masuknya Khofifah di bursa Cagub PD..

“Bagi saya, nggak ada masalah. Kita menyerahkan sepenuhnya ke internal partai masing-masing, ya sudah dihormati itu,” ujar Gus Ipul,” Senin (2/10).

Calon rival lain yang lebih sakit hati adalah La Nyalla Matalitti. Mantan Ketua Umum PSSI ini menyatakn mundur dari pencalonan lantaran Partai Demokrat dinilai tidak konsisten, memperpanjang waktu pendaftaraan bakal calon yang seharusnya sudah ditutup, demi menampung Khofifah.

“Ada kekecewaan bagi saya karena komitmen waktu pendaftaran yang sudah disepakati bersama dengan calon-calon yang lain tidak sesuai dengan kesepakatan bersama saat pemberitahuan di forum resmi maupun pernyataan tertulis resmi yang juga telah diketahui secara luas oleh publik Jawa Timur melalui media massa,” terang La Nyalla, Senin (2/10). (Baca: La Nyalla Mundur dari Bursa Cagub Jatim).

Jika para rival politik kecewa, tidak demikian dengan pihak pendukung Khofifah. PPP dan Golkar sebagai parpol yang sejak awal menyatakan dukungan untuk Menteri Sosial itu, tambah sumringah.

“Harus kami akui bahwa sejak Khofifah memberikan sinyal untuk maju dalam Pilgub Jatim, maka dukungan di internal PPP kepadanya makin menguat,” tutur Sekjen PPP Arsul Sani.

Sejauh ini, Khofifah memang baru memperoleh dukungan 5 kursi di DPRD Jatim dari PPP dan 13 kursi dari Gerindra. Apabila ditambah Partai Demokrat yang punya 13 kursi, maka Khofifah mengantongi 31 kursi.

Jumlah ini sangat mungkin bertambah menjadi 42 kursi jika Golkar resmi mengeluarkan rekomnya untuk mendukung Ketua Umum Muslimat NU. (dt/bmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *