Khofifah Prioritaskan Madura dan Lanjutkan Program Soekarwo-Gus Ipul

oleh
Khofifah Indar Parawansa pada Selasa malam (24/7) menerima surat penetapan KPU Jatim sebagai Gubernur terpilih bersama Wagub terpilih Emil Dardak pada Pilgub Jatim 2018.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Usai ditetapkan menjadi Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa langsung menyiapkan program Pemerintah Provinsi untuk lima tahun ke depan. Beberapa agenda program yang segera dilaksanakan adalah pembenahan infrastruktur dan membentuk tim sinkronisasi dan navigasi untuk melanjutkan sejumlah program pemerintahan Gubernur Soekarwo serta rekomendasi dari rivalnya, Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus dari Khofifah untuk pembangunan infrastruktur adalah Madura. Khofifah tidak ingin prioritas pembangunan di kawasan selatan kemudian menyisihkan pembenahan di sisi utara Jatim.

“Kalau kita akan membangun penguatan ekonomi di wilayah selatan, maka jangan ada rasa pembangunan di wilayah utara akan dialihkan atau akan dikalahkan oleh keberpihakan di wilayah selatan,” tegasnya di Surabaya, Rabu (25/7).

Khofifah meyakinkan tidak ada proses pengalihan maupun mengalahkan. Menurutnya, pembangunan wilayah di Madura dan kepulauan tak kalah pentingnya dengan program infrastruktur dan ekonomi di area lain.

“Para ulama dan tokoh-tokoh muda di Madura harus menjadi lokomotif dari pembangunan yang akan dikembangkan, baik di Madura maupun di kepulauan-kepulauan di Madura,” katanya.

Jika ada yang bertanya sumber anggaran pembangunan nanti, Khofifah menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan format KPBU atau kerja sama antar pemerintah. Sebenarnya, sebagian proyek Pemprov Jatim menggunakan format KPBU, begitupun kementerian sosial.

“Hal-hal strategis yang bisa masuk pada PSN (program strategis nasional), tentu kita akan membangun komunikasi supaya bisa masuk dalam PSN,” sambungnya.

Hal lain yang segera dilakukan adalah membentuk tim sinkronisasi dan navigasi program. Sinkronisasi ini diperlukan untuk melanjutkan program yang sudah berjalan dengan baik di pemerintahan sekarang serta mengakomodasi program dari rivalnya di Pilgub lalu.

“Tentang navigasi program, yang menjadi tugasnya adalah melakukan penajaman, penguatan, pengayaan dan pengembangan,” ujar Khofifah.

Khofifah menyebutkan bahwa program yang besar potensinya untuk dilanjutkan adalah Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera (Jalin Matra). Khofifah mendasarkan kebijakan ini dari prinsip 2C yang dimilikinya, yaitu continuity dan change.

Sebab baginya ada beberapa program dari pemerintah yang harus dilanjutkan. Namun ada pula yang harus diubah agar lebih baik ke depannya.

“Pada prinsipnya kami ingin melakukan double C, yaitu continuity and change. Misalnya yang continuity dalam hal pengentasan kemiskinan Pakde Karwo punya Jalin Matra, maka ini akan coba kami efektifkan lagi dengan dibantu zooming dari TNP2K dari pusat,” kata Khofifah.

Untuk rekomendasi program yang disusun rivalnya dalam Pilgub 2018, Gus Ipul dan Mbak Puti juga akan dilakukan sinkronisasi. Apalagi dalam beberapa kesempatan Gus Ipul mengaku akan menitipkan aspirasi dan programnya kepada Khofifah jika terpilih.

Selain itu, Khofifah juga akan menggabungkan program-program yang telah disinkronisasi dengan Gus Ipul tersebut dengan program pemerintahan Gubernur Soekarwo.

“Kita berharap bahwa dalam waktu dekat ini nunggu Pak Emil datang, kita akan sinkronkan dengan program-program yang dulu pernah disampaikan oleh Gus Ipul. Jadi program yang dirancang oleh timnya Gus Ipul dan Mbak Puti, kemudian kesinambungan program yang sudah berjalan selama ini terutama dari RPJMD yang menjadi efisiensi dari programnya Pemprov selama 10 tahun,” paparnya.

Khofifah dan Cawagubnya, Emil Dardak ditetapkan sebagai pemenang Pilgub Jatim 2018 oleh KPU Jatim, Selasa (24/7) malam. Penetapan ini berdasarkan hasil perolehan suara Khofifah-Emil yang unggul atas pasangan Gus Ipul-Puti.

“Jumlah suara pasangan calon nomor urut 1 sebanyak 10.465.218 atau 53,55 persen dari jumlah suara sah atas nama Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak sebagai Gubernur dan wakil Gubernur terpilih Jatim,” ujar Ketua KPU Jatim Eko Sasmito saat membacakan surat keputusan di Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Terpilih Pilgub Jatim di Hotel Whyndam, Surabaya, Selasa (24/7). (dt/bmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *