Kisah Gus Dur dan NU Cabang Katolik

No comment 814 views

gusdurGLOBALINDO.CO, JAKARTA – Sosok almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) terus memberikan bekas dan inspirasi pada berbagai lapisan masyarakat. Berikut ini adalah kisah nyata pengalaman hidup antara Daniel Johan yang sempat bersentuhan langsung dengan Gus Dur.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ini mengaku selalu ingat sosok Presiden keempat RI ini ketika bulan suci Ramadhan. Sebab, Gus Dur tidak pernah berhenti menanamkan nilai-nilai toleransi dan pluralisme selama hidupnya.

Menurut dia, Gus Dur lewat Nahdlatul Ulama (NU) berhasil menampilkan wajah Islam yang damai, bersahabat dan jauh dari kekerasan.

Gus Dur menjadi salah satu tokoh yang berhasil menjadikan muslim Indonesia dikagumi di dunia internasional di tengah stigma yang mengkait-kaitkan Islam dengan terorisme.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Daniel Johan”Nah, dengan kehadiran Gus Dur semua stigma negatif itu terbantahkan. Bahwa Islam itu sesungguhnya damai,” ujar Daniel dalam acara berbuka puasa di kawasan Senayan, Jakarta, tadi malam.

Meski bukan pemeluk agama Islam, Daniel mengaku sikap dan pandangan Gus Dur membuat dirinya ingin sekali menjadi warga NU.

Ia memperhatikan, tidak banyak tokoh agama seperti Gus Dur yang mampu dicintai oleh orang-orang dengan latar belakang suku dan agama yang berbeda-beda.

Tidak heran, kata Daniel, muncul istilah-istilah nyeleneh seperti “orang NU cabang Katolik atau orang NU cabang Buddha”.

“Gus Dur membuat saya ingin menjadi warga NU, meski saya bukan Islam. Karena pandangan Gus Dur yang plural makanya ada istilah NU cabang Katolik atau NU cabang Buddha,” kata Daniel sambil tertawa.

Daniel berharap, Ramadhan bisa digunakan setiap warga untuk mengingat kembali nilai-nilai ajaran Gus Dur yang menekankan toleransi dan keberagaman.

Baginya, setiap orang yang akan menjadi pemimpin Indonesia harus menjadikan Gus Dur sebagai salah satu panutan agar Bhinneka Tunggal Ika tetap terjaga.

“Gus dur harus dijadikan panutan oleh seluruh calon pemimpin Indonesia. Menjadi seorang pemimpin yang otentik Indonesia,” ujarnya.(kcm/ziz)

Tags: