Kisah Tragis Siswi SMPN 1 Kota Pagaralam Tewas saat Bikin Film Dokumenter

oleh
Tim Basarnas saat mencari jasad siswi SMPN 1 Kota Pagaralam yang tenggelam.

GLOBALINDO.CO, PALEMBANG – Kisah tragis dialami siswi SMPN 1 Kota Pagaralam, Sumatera Selatan bernama Nanda Raka Fadzila (13). Saat asyik membuat film dokumenter bersama 8 rekannya di Air Terjun Curup Sindang Drajat ia tercebur, tenggelam, dan hingga kini jasadnya belum juga ditemukan.

“Pagi ini tim di lapangan sudah langsung melakukan penyelaman, tetapi korban belum ditemukan. Lokasi tenggelam memang tidak luas, hanya saja airnya itu berputar dan menyulitkan tim dalam pencarian,” kata Humas Basarnas Palembang, Taufan, Rabu (21/2/2018).

Untuk mempermudah pencarian korban, tim Basarnas telah membuka pintu air atau PAM di sekitar lokasi. Dengan demikian, genangan di Air Terjun Sindang Derajat tempat korban tenggelam akan surut.

(Baca Juga: Ibunya Tertidur Akibat Mabuk, Balita Tewas Tenggelam)

“Informasi di lapangan, korban bersama temannya saat kejadian sedang buat video dokumenter atau film pendek. Sekarang masih dilakukan pencarian dan mudah-mudahan segera ditemukan,” tambah Taufan.

Korban diketahui tenggelam pada Selasa (20/2/2018) sekira pukul 13.50 WIB. Pada pukul 14.00, tim Basarnas menerima laporan dan langsung melakukan pencarian bersama TNI, Polri, BPBD dan masyarakat sekitar.

Setelah hampir 20 jam pencarian, korban masih belum ditemukan. Tim gabungan masih berjibaku melakukan penyelaman secara bergantian dan berharap korban segera ditemukan.

Berdasar keterangan teman korban yang juga ikut kegitan tersebut, Elma dan Ocin, sebelum kejadian mereka sedang melakukan syuting di atas batu di sekitar air terjun.

Setelah melakukan adegan lompat ke dalam air, korban mengatakan ingin terjun lagi. Teman korban sempat dicegah namun korban bersikeras ingin mencoba lagi dan langsung tenggelam.

“Korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tadi pukul 08.45 WIB di sekitar lokasi tenggelam. Penemuan ini setelah tim melakukan penyelaman pada pusaran air yang diduga kuat korban terbawa arus di titik tersebut,” kata Koordinator Pos SAR Kota Pagaralam, Iwan Saputera.

Korban ditemukan usai 20 jam lebih pencarian di pusaran air terjun Sindang Derajat pada Selasa (20/2) sekitar pukul 13.50 WIB. Korban tenggelam setelah melompat dari atas bebetuan dan terbawa arus air.

Sementara Kapolres Pagaralam, AKBP Dwi Hartono mengatakan saat kejadian korban bersama guru pendamping dan teman-temannya untuk membuat film dokumenter sekolah.

“Kemarin itu memang ada kegiatan pengambilan film dokumenter dari pihak sekolah, tiba-tiba korban ini terbawa arus dan tenggelam. Mereka ini buat film dari sekolah, di mana saat kejadian ada guru pendamping, ada kemeramen juga,” kata Dwi.

“Ini akan kami dalami dulu dan dengan memeriksa saksi beserta pihak sekolah, apakah ada unsur kelalaian atau tidak. Kalau tidak tentu kita anggap ini sebagai musibah, tapi kalau ada nanti akan proses secara hukum,” sambungnya.

Usai ditemukan dalam kondisi tewas, korban langsung dibawa ke RS Basemah Kota Pagaralam guna dilakukan visum. Selanjutnya korban akan diserahkan pada pihak keluarga untuk pemakaman.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *