Kisah Tragis Warga Lamongan yang Tewas Kesetrum Jebakan Tikus

ilustrasi mayatGLOBALINDO.CO, LAMONGAN – Nasib tragis menimpa seorang warga Desa Taji, Kecamatan Maduran, Lamongan, Supriyadi (35). Dia tewas kesetrum kawat dengan aliran listrik tegangan tinggi yang dipasang mengelilingi seputar sawah untuk mengusir hama tikus.

Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui Ngatmijan (52). Dia curiga ada yang aneh dengan jebakan tikus tersebut. Dia melihat saklar yang seharusnya pada posisi on, berada pada posisi off.

“Saya terkejut ketika ingin mematikan saklar pengantar aliran listrik ke sawah-sawah milik warga, posisi saklar sudah berada dalam posisi off. Padahal biasanya selalu on,” kata dia, Sabtu (29/10/2016).

Curiga dengan kejadian tersebut, Ngatmijan melihat suasana di sekitar. Ia kemudian berjalan ke arah timur menyusuri sawah demi sawah.

Dia terkejut melihat ada seseorang yang tergeletak di atas kawat yang terpasang di pematang sawah milik Munaji.

“Karena penasaran, maka saya dekati untuk memastikan kenapa dan siapa yang tergeletak itu. Dan ternyata benar, sosok yang tergeletak itu adalah Supriyadi, yang sebelumnya sudah kami peringatkan untuk tidak ke sawah malam-malam karena bahaya ada aliran listrik,” ujarnya.

Melihat kondisi Supriyadi yang sudah tidak lagi bernyawa dan berada dalam kondisi gosong terpanggang, Ngatmijan lantas mendatangi dua temannya, Sutaram dan Kotro.

Mereka bertiga kemudian melaporkannya kepada perangkat desa setempat, dan lanjut melapor ke Mapolsek Maduran.

“Dari hasil pemeriksaan luar, terdapat luka bakar pada pinggang bagian belakang serta samping kiri dan kanan. Selain itu, bahu kiri bagian belakang korban juga ditemukan luka bakar serius,” kata Kepala Urusan Subbag Humas Polres Lamongan Ipda Raksan.

Disimpulkan, Supriyadi meninggal murni karena kecelakaan. Sebab, tidak ditemukannya tanda-tanda penganiayaan oleh orang lain.(kcm/ziz)