KNTI Minta Reklamasi Teluk Jakarta Dihentikan

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti berencana bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Menko Kemaritiman Rizal Ramli pada Senin (18/4/2016) sore.

Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) berharap agar pertemuan tersebut dapat menjadi jembatan untuk menyepakati hasil pertemuan antara MKP dan Komisi IV DPR RI.

Dalam raker tersebut disimpulkan, kedua pihak menginginkan proses reklamasi Teluk Jakarta dihentikan sementara sampai semua ketentuan dipenuhi sesuai dengan yang diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan.

“Kami harap pertemuan itu bisa memastikan keputusan dari rapat yang disepakati dengan DPR bisa ditindaklanjuti untuk menghentikan reklamasi,” ucap Ketua Umum KNTI M Riza Damanik di Jakarta, Sabtu (16/4/2016).

Riza juga berharap supaya pertemuan itu menjadi tempat untuk mengidentifikasi jika reklamasi yang ada selama ini tidak ramah lingkungan, tidak ramah secara sosial, dan tidak ramah dalam kaitan dengan undang-undang.

“Saat ini para nelayan di Teluk Jakarta tengah berbahagia dengan dihentikannya proses reklamasi dan berharap pemerintah bisa segera memulihkan lingkungan Teluk Jakarta,” terangnya.

Riza juga menyebut reklamasi Teluk Jakarta murni kewenangan MKP, bukan Gubernur DKI Jakarta sesuai dengan Pasal 50 Undang-Undang Pesisir dan Pulau-pulau Kecil.

Oleh sebab itu, kesejahteraan nelayan yang berada di Teluk Jakarta juga mutlak menjadi tanggung jawab Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jika reklamasi dilanjutkan, kesejahteraan itu mustahil bisa diwujudkan untuk para nelayan.

“Karena salah satu tugas MKP adalah meningkatkan kesejahteraan nelayan dan kesejahteraan itu enggak akan bisa kalau lautnya ditimbun dengan pulau-pulau palsu itu atau lautnya dibiarkan tercemar seperti saat ini,” kata Riza.(kmp/gbi)