Koalisi Empat Tokoh Ini Bisa Lengserkan Jokowi

oleh
Prabowo Subianto dan SBY berpeluang mengalahkan Jokowi di Pilpres 2019 apabila bersatu dengan Gatot Nurmantyo dan Amien Rais.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Peluang untuk mengalahkan calon presiden petahana, Joko Widodo pada Pilpres 2019 masih sangan terbuka. Salah satu taktik yang paling jitu untuk mengalahkan Jokowi adalah dengan menggandengkan tiga tokoh sentral selain Prabowo Subianto yakni Susilo Bambang Yudhoyono, Amien Rais dan Gatot Nurmantyo dalam satu barisan.

Kemungkinan Jokowi terkalahkan lebih besar jika tokoh-tokoh politik tadi bersatu. Demikian analisa peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby berdasar hasil survei lembaganya.

“SBY, Prabowo, Amien Rais dan Gatot Nurmantyo perlu bersatu jika ingin kalahkan Jokowi. Jika tidak, kisah sukses koalisi oposisi (Mahathir) di Malaysia sulit tercapai,” tuturnya saat merilis hasil survey LSI Denny JA di kantornya, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (14/5)

Ia membandingkan bersatunya kekuatan Prabowo disokong tiga tokoh politik tadi keberhasilan Mahattir Muhammad melengserkan calon incumbent Presiden Malaysia, Nadjib Razak setelah bersatu dengan Anwar Ibrahim yang dulu menjadi rival politiknya.

“Probability 50-50, dengan syarat utama, kekuatan oposisi bersatu. Seperti bersatunya Anwar Ibrahim dan Mahathir Muhammad di Pemilu Malaysia,” ujar Adjie.

Apalagi kata Adjie, posisi elektabilitas Jokowi sebagai incumbent di angka 46 persen dianggap belum aman. Mnurutnya, peluang Jokowi bisa dikalahkan masih 50:50.

Dalam temuan LSI, masyarakat yang meyakini Jokowi terpilih lagi dan yang meragukan terpaut sangat tipis. Sebanyak 32,3 persen yakin Jokowi akan terpilih lagi sementara 28 persen ragu Jokowi akan menang di Pilpres 2019.

“Publik yang percaya bahwa Jokowi tak bisa dikalahkan dengan publik yang percaya Jokowi bisa dikalahkan hanya terpaut tipis,” jelasnya.

Survei dilakukan 28 April hingga 5 Mei 2018, dengan metode multistage random sampling. Jumlah responden sebanyak 1.200 orang. Wawancara tatap muka dengan responden menggunakan kuesioner. Margin of error 2,9 persen. (kun/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *