Kode Ini Dipakai Ketua DPRD Kota Malang untuk Samarkan Duit Suap

oleh
Ketua DPRD Kota Malang Mochamad Arief Wicaksono ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dari pejabat Pemkot Malang untuk memuluskan pembahasan APBD tahun 2015.
Ketua DPRD Kota Malang Mochamad Arief Wicaksono ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dari pejabat Pemkot Malang untuk memuluskan pembahasan APBD tahun 2015.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Kode baru untuk menyamarkan duit suap terungkap dari kasus korupsi pembahasan APBD Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tahun anggaran 2015. Tersangka Ketua DPRD Kota Malang Mochamad Arief Wicaksono dan pihak yang terlibat menyebut duit pelicin APBD-Perubahan Pemkot Malang itu dengan istilah uang ‘Pokir’ alias ‘Pokok Pikiran’.

“Diduga ada penggunaan istilah uang ‘Pokir’ (Pokok Pikiran) agar proses pembahasan APBD-P tersebut berjalan lancar,” papar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (18/10).

Menurut Febri, penyidik KPK terus mendalami proses pembahasan hingga pengesahan APBD-P tahun anggaran 2015 di Malang.  “Termasuk indikasi penerimaan uang terkait dengan pembahasan anggaran tersebut. Apakah ada pihak penerima lain juga akan didalami,” kata Febri.

Penyidik KPK hari ini memeriksa 10 orang saksi di Polres Kota Malang. Salah satunya Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Tahun 2015 Cipto Wiyono.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Ketua DPRD Malang Mochamad Arief Wicaksono sebagai tersangka. Ketua PDi Perjuangan Kota Malang itu dijerat dalam dua perkara suap yang berbeda.

Kasus pertama, Arief diduga menerima suap dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Malang, Jarot Edy Sulistiyono sejumlah Rp 700 juta. Suap tersebut terkait pembahasan APBD Pemerintah Kota Malang tahun anggaran 2015.

Sementara, di perkara kedua, Ketua DPC PDI-P Malang ini diduga menerima hadiah atau janji sebesar Rp 250 juta dari tersangka Hendrawan Maruszaman (HM) selaku Komisaris PT ENK. Suap tersebut diduga terkait penganggaran kembali proyek jembatan Kedungkandang APBD tahun 2016 secara multi years dengan nilai proyek Rp 98 miliar. (nad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *