Komisi A Gagas Raperda Perizinan

oleh
Suasanan di Kantor UPTSA Surabaya pusat.
Suasanan di Kantor UPTSA Surabaya pusat pasca diresmikan Walikota Tri Rismaharini.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Keluhan sejumlah warga terkait lamanya pengajuan perizinan mendapat perhatian serius dari Ketua Komisi A (hukum dan pemerintahan) DPRD Surabaya, Herlina Harsono Njoto.

Herlina menuturkan, komisinya berencana menyusun Raperda Perizinan guna mewujudkan kepastian atas waktu, biaya dalam pengurusannya. Gagasan membuat Perda Perizinan masuk dalam Program Legislasi daerah (Prolegda) 2017.

“Ini akan menjadi perda yang merangkum setiap izin yang dikeluarkan setiap SKPD,” ujar Herlina, Jumat (14/10/2016).

Dalam Raperda perizinan nantinya juga akan dicantumkan mengenai sanksi yang dikenakan kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait yang melanggarnya.

“Sanksinya akan disiapkan bagi SKPD yang dianggap lalai,” terangnya.

Disinggung keberadaan Surabaya Single Window (SSW) maupun Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA) dalam melayani pengajuan perizinan, Herlina menilai terobosan dari Pemkot itu belum efektif.

Politisi dari Partai Demokrat ini kemudian mencontohkan pengajuan perizinan di UPTSA. Meski saat ini telah ditetapkan SSW, namun faktanya perizinan masih harus melalui sejumlah SKPD.

“Harusnya kayak Samsat, in – out nya di situ saja,” saran Herlina.

Herlina berharap dengan aturan itu nantinya, jika selama ini aturan masih bersifat parsial akan bisa terpadu. Untuk membahas raperda perizinan, Komisi A akan melibatkan instansi teknis dan juga para pakar.

“Nanti dalam pembahsannya akan melibatkan sejumlah pihak terkait,” katanya.

Anggota Komisi A lainnya Fatkurohman berharap, Raperda Perizinan yang diusulkan Komisi A, akan mendukung Raperda Perlindungan Tenaga Kerja yang digagas Badan Legislasi.

“Kebijakan ini (Kewajiban menampung Tenaga Kerja Lokal) akan efektif bila disertakan sebagai salah satu persyaratan dalam pengurusan perizinan di dunia usaha,” pungkasnya. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.