Komisi B Minta dana CSR Digunakan Untuk Fungsi Sosial

oleh

 

Hearing antara anggota Komisi B dengan bagian hukum Pemkot Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Anggota DPRD Kota Surabaya menyoroti banyaknya Corporate Social Responsibility (CSR) yang berpotensi menjadi media reklame gratis bagi para pengusaha. Fakta tersebut disampaikan Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Zakaria.

Menurut Zakaria, saat ini banyak ditemukan CSR dari perusahaan yang dirupakan barang dan diletakkan di tempat-tempat fasilitas umum seperti taman. Misalnya kursi yang dipasang di taman.

“Di kursi itu juga diberi logo perusahaan mereka dan dipasang besar. Ini kan bisa dianggap sebagai reklame gratisan karena mereka tidak membayar pajak reklame,” ujar Zakaria, Senin (23/7/2018).

Zakaria meminta, pada Raperda CSR yang masih pada tahap pandangan umum ini kelak turut meregulasi soal logo perusahaan di barang-barang CSR itu. “Karena ini kan tidak terbatas waktu. Jadi perlu diregulasi agar bisa lebih adil,” tegasnya.

Senada, Baktiono yang merupakan anggota Komisi B lainnya turut mengutarakan permasalahan itu. Menurut dia, CSR perlu untuk dikembalikan kepada pemahaman utamanya sebagai kegiatan sosial.

“Namanya kan CSR, sosial. Ya harus semangatnya sosial. Jadi, daripada dirupakan barang barang lalu hanya ditaruh di taman,” kritik Baktiono.

Politisi dari PDI-P ini menjelaskan, banyak yang bisa dilakukan sebenarnya dari dana yang berasal dari CSR. Misalnya untuk membangun sekolah, rumah sakit dan puskesmas.

“Kalau hanya kursi di taman kan mending dianggarkan APBD. Lebih dari mampu kita,” ujar Baktiono.

Dikonfirmasi seusai acara dengar pendapat, Kabag Hukum Pemkot Surabaya Ira Tursilawati mengaku akan menampung seluruh aspirasi dari anggota DPRD pada kesempatan ini.

“Ini kan masih tahap pandangan umum. Masih awal ini. Ini kan Raperda Inisiatif dari DPRD sendiri. Jadi pembahasan masih akan berlanjut,” beber Ira. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *