Komisi B Minta Pemkot Selektif dalam Mengeluarkan Izin

Nuraini saat menggelar unjuk rasa di depan Grand City Mall.

Nuraini saat menggelar unjuk rasa di depan Grand City Mall.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Anggota Komisi B (perekonomian) DPRD Surabaya, Achmad Zakaria meminta pemerintah kota lebih selektif dalam mengeluarkan izin. Permintaan itu merujuk kasus sengketa tanah Grand City Mall dengan keluarga Nuraini.

Nuraini mengklaim sebagai pemilik sah lahan Grand City Mall. Berbagai cara telah dilakukan untuk mendapatkan tanahnya tersebut. Seperti menggelar unjuk rasa hingga meminta bantuan anggota dewan Surabaya.

“Pekan depan kita akan menggelar hearing terkait masalah tersebut,” ujar Zakaria, Rabu (19/10/2016).

Terkait sengketa lahan Grand City Mall, Zakaria mengaku masih mempelajari kasus itu. Untuk itu, ia tidak bisa memberikan komentar teknis terkait masalah yang ada.

“Saya cuma mengingatkan kepada pemkot agar lebih selektif dan detail saat akan mebgeluarkan berbagai izin pusat perbelanjaan,” ingatnya.

Di hadapan media, Zakaria menilai ada sesuatu yang janggal dalam masalah ini. Meskipun semua izin informasinya sudah dikeluarkan, ternyata bukti kepemilikan lahan masih disengketakan.

“Ini kan membingungkan. Izin sudah keluar tapi masih ada masalah sengketa lahan. Nanti kita bahas di hearing,” tandas politisi dari PKS ini.

Sebelumnya, Nuraini juga sempat mendatangi kantor DPRD Surabaya. Rombongan secara simbolis memberikan karangan bunga kepada Komisi A guna ikut berempati terhadap keluarga Moh Almahrabi yang megaku tanahnya telah diserobot dan dikuasai oleh Grand City Mall.

Nuraini mengaku, pihak keluarga sudah menggugat tanah tersebut selama 12 tahun. Namun hingga sekarang belum ada titik terang. (bmb/gbi)