Komisi C Minta Pemkot Cabut IMB Untuk Jayanata

Petugas satpol PP menyegel Rumah bekas Radio Pemberontakan Bung Tomo.

Petugas satpol PP menyegel Rumah bekas Radio Pemberontakan Bung Tomo.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Komisi C (pembangunan) DPRD Surabaya meminta pemerintah kota mencabut izin Mendirikan bangunan (IMB) yang telah diberikan kepada PT Jayanata, pemilik bangunan sekaligus pihak yang membongkar bangunan eks cagar budaya radio perjuangan Bung Tomo.

Wakil Ketua Komisi C, Bukhori Imron, Jumat (10/6) mengatakan, ancaman tersebut disampaikan, karena Pemilik PT Jayanata dinilai tak mempunyai itikad baik untuk menghadiri undangan hearing yang membahas masalah pembongkaran bangunan cagar budaya eks radio Bung Tomo.

“Bosnya (PT Jayanata) kita undang dua kali gak pernah hadir, hanya diwakilkan stafnya,” terang Politisi PPP ini.

Buchori mengatakan, karena tak dihadiri pemilik Jayanata, pihaknya menggelar hearing dalam waktu yang singkat. Setelah dibuka, beberapa menit kemudian ditutup. Ia beralasan, perwakilan PT Jayanata yang hadir tentu tak mengetahui alasan pemboongkaran.

“Kalau tak tahu permasalahannya kita undang, apa artinya,” paparnya

Ketua DPC PPP Surabaya ini mengungkapkan, staf Jayanata yang hadir juga hanya menyampaikan beberapa buku yang isinya sama. Beberapa Buku yang diberikan ke Komisi C tersebut berisi kronologis peralihan kepemilikan dari pemilik sebelumnya Alm. Aminhadi ke Jayanata.

Catatan sejarah tersebut juga dilengkapi berbagai narasumber sekaligus gambar bangunan yang telah mengalami perubahan, termasuk rekomendasi dari Dinas Kebudayaan d an Pariwisata No. 646/1189/436.6.14/2016 tentang Pemugaran Bangunan dan atau lingkungan cagar budaya.

Bahkan, di dalam lembaran isinya, PT Jayanata menyatakan seolah menjadi korban opini publik yang dibentuk media massa dan media sosial. Jayanata menganggap, paparan yang disampaikan media massa dan medsos kurang akurat.

“Hanya ini yang diberikan ke kita,” tegas Buchori sembari menunjukkan buku berwarna putih

Buchori Imron mengaku, selain akan memanggil kembali pada hearing berikutnya, pihaknya juga berencana menyelidiki apa saja yang telah dilakukan Jayanata.

“Kita juga meminta (pemko) jangan ada perizinan apapun yang dikeluarkan untuk Jayanata,” tuturnya

Menurutnya, IMB yang telah dikeluarkan bisa dicabut jika melanggar aturan atau meresahkan masyarakat. Pencabutan tersebut sesuai dengan peraturan perundangan.

“Semuanya ada dalam undang-undang itu,” katanya

Hearing tentang Pembongkaran Bangunan Cagar Budaya Eks radio Bung Tomo di jalan Mawar 10 di hadiri sejumlah pihak terkait, diantaranya perwakilan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR), Dinas kebudayaan dan Pariwisata, dan PT Jayanata.(adv/bmb)