Komisi C Rekomendasikan Tempat Pembuangan Lindih Cito Segera Dipindah

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Buchori Imron

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Buchori Imron meminta tempat pembuangan limbah industri Cito segera dipindahkan.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Hearing soal tempat pembuangan limbah industri (lindi) atau sampah dari City of Tomortow (Cito) kembali dilanjutkan di Komisi C DPRD Surabaya, Senin (31/10/2016).

Dalam dengar pendapat kali ini, Wakil Ketua Komisi C Buchori Imron merekomendasikan agar tempat pembuangan limbah industri milik Cito segera direlokasi.

“Pemasangan Air Conditioner (AC) di tiga ruang kelas di SDN Dukuh Menanggal I tidak menyelesaikan masalah. Tempat sampahnya yang harus dipindah,” tegas Buchori Imron.

Anggota Komisi C lainnya, Sudirdjo meminta aparat penegak peraturan di jajaran Pemerintah Kota Surabaya tidak lagi memberikan toleransi. Sebab pelanggaran yang dilakukan sudah jelas dan mengganggu keberlangsungan para siswa yang sedang melakukan proses belajar.

“Seharusnya begitu melanggar langsung ditindak, tidak perlu ada toleransi lagi,” tegasnya.

Menurut Sudirjo, dampak bau tak sedap ini bisa menimbulkan berbagai kerugian bagi para siswa dan guru. Salah satunya proses belajar mengajar.

Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga mempertanyakan kinerja Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Surabaya. Oleh karena itu Dia meminta laporan rinci apa yang telah dilakukan oleh BLH selama ini.

“Saya merasa ada pembiaran oleh instansi terkait terhadap pengusaha yang melakukan pelanggaran. Saya minta ketegasan BLH dan cipta karya untuk hal ini,” jelasnya.

Terpisah, perwakilan BLH di bidang pengawasan, Hari menjelaskan, limbah CITO ini bukan tergolong jenis limbah yang membahayakan kesehatan masyarakat. Pihaknya sempat melakukan uji lab terhadap kandungan limbah ini April 2016 lalu.

“Limbah ini hanya menyebabkan bau tidak enak dan jika dibiarkan akan merusak komunitas lingkungan hidup di sekitarnya. Tapi ya seharusnya memang ini tidak boleh terjadi,” pungkas Hari. (bmb/gbi)

Tags: