Komisioner Komnas HAM: Kasus Rizieq Bukan Kriminalisasi

Tersandung Pornografi: Tersangka kasus dugaan skandal chat mesum dan pornografi, Rizieq Shihab. Menurut Komisioner Komnas HAM, Muhammad Nur Khoiron, istilah kriminalisasi tidak tepat disandangkan pada penanganan kasus yang menjerat pimpinan FPI itu.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan kasus dugaan kriminalisasi terhadap pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab bukan kriminalisasi terhadap ulama. Namun Komnas HAM masih menunggu hasil investigasi tim yang dipimpin komisioner Natalius Pigai.

“Kriminalisasi Rizieq itu bukan kriminalisasi ulama, karena banyak ulama yang berseberangan dengan pandangan Rizieq,” ujar Komisioner SubKomisi Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM Muhammad Nur Khoiron. Sebab menurutnya, istilah kriminalisasi tak boleh mewakili golongan tertentu sehingga tidak tepat digunakan untuk penanganan kasus dugaan chat mesum dan pornografi Rizieq.

Khoiron menuturkan kemungkinan hasil penyelidikan itu akan disampaikan pada Juli nanti. Diketahui, Komnas HAM saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan kriminalisasi terhadap aktivis Islam dan tokoh lainnya seperti Rizieq Shihab dan Al Khaththath. Ketika ditanya tentang proses penyelidikan terhadap Rizieq, Nurkhoiron menuturkan dirinya masih belum mengetahui hal tersebut karena belum disampaikan tim yang menangani kasus tersebut.

Kemarin, Presidium Alumni 212 meminta Komnas HAM untuk menyampaikan hasil rekomendasi atas penyelidikan mereka terhadap kasus yang disampaikan Presidium tersebut. Namun, lembaga itu masih belum merampungkan penyelidikannya.

Diketahui, Rizieq saat ini masih berada di Arab Saudi dan belum mau memenuhi panggilan kepolisian terkait dengan kasus dugaan pornografi yang menjeratnya.

Polda Metro Jaya menetapkan Rizieq sebagai tersangka kasus cakap mesum bersama dengan Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein. Kepolisian sebelumnya sudah mengajukan Red Notice kepada NCB Interpol Indonesia untuk menangkap Rizieq namun ditolak.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan, bagaimana langkah memulangkan Rizieq akan dirancang lagi setelah berkas perkaranya dinilai lengkap. Ia membantah proses penanganan perkara Rizieq yang dinilai tidak sesuai prosdur. Menurutnya, penyidik bertekad menyelesaikan berkas hingga ke penuntut umum.

“Pokoknya kasus ini kita lanjutkan terus sampai ke penuntut umum,” kata Argo. (cni/gbi)