Komite Etik Golkar Selidiki Pertemuan Siluman Ade Komaruddin dengan DPD Kalbar

Bakal calon Ketum Partai Golkar, Ade Komaruddin (kiri) diduga kuat melanggar kode etik karena menemui pemilik suara di Munaslub dari DPD Kalbar secara diam-diam dan di luar agenda kampanye.

Bakal calon Ketum Partai Golkar, Ade Komaruddin (kiri) diduga kuat melanggar kode etik karena menemui pemilik suara di Munaslub dari DPD Kalbar secara diam-diam dan di luar agenda kampanye.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA –  Komite Etik Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar tengah gencar menyelidiki dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan salah satu bakal calon ketua umum. Kandidat ketum yang diam-diam menemui pemilik suara DPD Kalimantan Barat itu disinyalir kuat berinisal AK (Ade Komaruddin).

AK bertemu dengan peting DPD Kalbar di salah satu hotel di Jakarta, Selasa (10/5) siang. “Tadi siang anggota kami menemukan adanya pertemuan antara calon AK dengan pemilik suara DPD Kalbar, di Hotel Mulia Jakarta pukul 12.00 WIB,” kata Ketua Komite Etik Munaslub Fadel Muhammad di Jakarta, Selasa (10/5) malam.

Fadel menuturkan, anggota Komite Etik Munaslub Golkar yang datang bersama dua staf tersebut mendatangi lokasi pertemuan dan menyampaikan bahwa sudah ada peraturan etik yang melarang adanya pertemuan caketum dengan DPP, DPD I dan II selaku pemegang hak suara pemilihan di luar agenda Steering Committee (SC) yang ditentukan.

“Kami datangi ada AK di sana dan panggil mereka dan sudah disampaikan bahwa sejak Komite Etik terbentuk tanggal 7 Mei kemarin, tidak boleh lagi ada pertemuan yang tertutup dengan pemegang hak suara. Maka pertemuan tertutup mereka itu sedang kami siapkan laporannya untuk dibawa ke persidangan etik,” tuturnya.

Mantan Gubernur Gorontalo ini menambahkan, pihaknya belum menemukan indikasi adanya politik uang dalam pertemuan siluman itu. Rencananya, Komite Etik akan menyidangkan temuan ini di Bali pada Kamis 12 Mei 2016.

“Kami akan panggil dia untuk disidangkan, diminta keterangannya pada Kamis malam. Soal sanksi belum karena kami belum menyidangkan dan perlu bukti-bukti tambahan,” tandas Fadel.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komite Etik Munaslub Partai Golkar Lawrence Siburian menyatakan, pihaknya menemukan salah satu calon Ketua Umum Golkar menemui pemilik suara di salah satu hotel di Jakarta, hari ini.

Hal tersebut menurutnya, sudah melanggar aturan yang telah disepakati bersama, antara panitia Munaslub dengan seluruh calon Ketua Umum Golkar.

“Iya, siang tadi salah satu calon ketua umum menemui pemilik suara, itu DPD I Golkar di Hotel Grand Melia pukul 12.00 WIB-13.00 WIB. Yang menemukan langsung dua anggota komite etik beserta dua orang staf,” kata Lawrence‎.

Padahal, lanjut Lawrence, panitia Munaslub telah mengatur agenda bagi seluruh calon Ketua Umum Golkar untuk bertemu dan berkampanye dengan pemilik suara di Golkar. Namun, Lawrence enggan mengungkapkan nama salah satu calon Ketua Umum Golkar tersebut.

“Sudah dijadwalkan, contohnya 12-13 Mei nanti di Bali akan ada kampanye, lalu di Surabaya dan di Sumatera Utara, barulah di situ ‎semua calon boleh kampanye, bertemu melobi pemilik suara. Ini kan sudah disepakati, kenapa dilanggar?,” tandasnya. (lpn/gbi)