Gelar Sidak, Komisi B Dukung Penyertaan Modal Untuk RPH Pegirian

Sejumlah Anggota Komisi B DPRD Surabaya saat menggelar Sidak ke RPH Pegirian.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Sejumlah Anggota Komisi B (perekonomian) akhirnya menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Rumah Potong Hewan (RPH) di Jalan Pegirian. Sidak dilakukan pasca adanya permintaan penyertaan modal untuk merevitalisasi bangunan salah satu BUMD milik pemerintah kota ini.

Sekretaris Komisi B Edi Rachmat menuturkan, berdasarkan Sidak yang dilakukan komisinya kondisi bangunan di RPH Pegirian cukup memprihatinkan. Mulai dari atap bolong-bolong hingga tembok dan tiang yang retak.

“Jangan ngomong masalah kebersihan, bangunan ini sudah membahayakan karena atapnya bolong-bolong,” jelas Edi Rachmat, Kamis (21/9/2027).

Melihat fakta demikian, Edi bisa memaklumi jika Direksi RPH kemudian mengajukan anggaran penyertaan modal buat revitalisasi. Menurut Edi, kondisi RPH saat ini memang perlu uluran tangan dari Pemerintah Kota Surabaya.

“Kondisi bangunanya sangat parah, bahkan mengenaskan,” ujarnya.

Politisi dari Partai Hanura ini menekankan, bahwa penyertaan modal yang dimaksud adalah perbaikan bangunan. Bukan penyertaan modal untuk usahanya.

“Direkturnya bilang pada saya, bahwa RPH tidak usah dikasih duit, tapi renovasi bangunan saja sudah cukup. Jadi pengertian penyertaan modal yang selama ini berkembang dan menjadi polemik itu kurang tepat menurut kami,” bebernya.

Kondisi bangunan RPH Pegirian yang cukup memprihatinkan.

Saat dikonfirmasi terkait kinerja Direktur baru PD RPH ini, Komisi B mengaku terkesan dengan program-program RPH baik yang sudah dikerjakan maupun program pengembangan.

“Kalau masalah kinerja, program-programnya sudah luar biasa bagus. Program yang sudah berjalan adalah rumah daging yang bisa menopang kerugian RPH sendiri akibat aturan biaya jasa pemotongan yang rendah,” jelasnya.

Terpisah, Direktur Utama PD RPH Surabaya Teguh Prihandoko saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya hanya menunjukkan kondisi real di lapangan tentang kondisi bangunan RPH.

“Saya hanya menyampaikan kondisinya saja mas, karena menurut kami itu membahayakan,” ujarnya singkat.

Ketika dikonfirmasi terkait angka 30 Miliar yang dirasa cukup fantastis untuk sebuah penyertaan modal, Teguh menegaskan bahwa angka tersebut hanya untuk renovasi bangunan, namun detail besarannya, Teguh mengaku kurang menguasai.

“Intinya, kami tidak usah dikasih duit, cukup renovasi bangunan saja,” tegasnya.

Terkait pemberitaan bahwa Walikota Surabaya ingin melihat kinerjanya dulu sebelum melangkah ke penyertaan modal, Pria yang mempunyai rekam jejak berhasil mengelola beberapa perusahaan ini hanya singkat menjawab.

“Saya patuh apapun keputusan Walikota dan Pemerintah Kota Surabaya. yang akan saya lakukan adalah kerja, kerja dan kerja,” pungkas Teguh. (bmb/gbi)