“Kopi Gus Ipul” Disebar Gratis, Bagaimana Reaksi Panwas?

GLOBALINDO.CO, GRESIK – Gus Ipul adalah bakal calon Gubernur Jatim 2018 yang berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno yang merupakan Cucu Proklamator RI Soekarno.

Terkait berdar “Kopi Gus Ipul” disejumlah warung kopi di wilayah Kota Gresik. Beredarnya kopi gratis bergambar Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) produk PT Satos Jaya Abadi-Sidoarjo ini memancing reaksi sejumlah warga Gresik.

Ragam komentar tentang kopi siap seduh ini sehingga diskusi diwarung tampak gayeng, dengan  candaan serta diiringi humor membuat suasana semakin gayeng. Mereka rata-rata menganggap Gus Ipul nyuri start. “Wah nyuri start. Ini kampanye terselubung dan curang,” tutur Wahyu sambil nyruput kopi di warkop Babalo, Minggu (14/1).

Warga yang lain juga menganggap, penyebaran kopi sasetan ini adalah langkah sosialisasi yang strategis. Sebab di Gresik ada ribuan warung kopi meski sebenarnya pasangan bakal calon belum ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim. “Kan belum ada penetapan bakal calon. Tapi mereka sudah mensosialisasikan diri dengan harapan untuk menaikkan elektanilitas mereka,” kata Abe menimpali kelakar Wahyu.

Yandik, warga lainya sempat membolak-balik bungkus kopi bergambar Gus Ipul tersebut. Ia mengaku penasaran dengan kemasanya. “Kalau PT Santos ini yang memproduksi kopi Kapal Api. Mungkin kontrak produk juga bisa, jadi tim suksesnya Gus Ipul bisa jadi, kan gratis lumayan enak kopinya,” terang Yandik.

Dari informasi warga penikmat kopi, “Kopi Gus Ipul” telah beredar luas di warung-warung kopi utamanya diwilayah perkotaan. “Dikasih gratis sama orang mas. Ya diterima saja wong gratis,” jelas Mak Lam pemilik warung kopi Babalo.

Sementara itu, menurut salah satu anggota Panwascam mengatakan, penyebaran kopi itu dianggapnya hal biasa terjadi. Namun pihak Panwas belum bisa memberi tindakan karena belum ditetapkan sebagai calon. “Dikatakan kampanye mereka belum ditetapkan sebagai calon oleh KPU. Jadi itu hanya sosialisasi saja. Karena belum bisa dijerat,” terang Sany Adi Agus Santoso yang merupakan Panwascam Kebomas, Gresik.

Ditambahkan Sany, pihaknya tidak bisa mengambil sikap terkait berbagai laporan warga, termasuk peredaran kopi dari salah salah satu bacagub. Karena perangkat undang-undangnya tidak bisa menyentuh diluar ketetapan KPU. “Ya kita diam, sambil mengamati gerak para tim sukses. Karena keterbatasan kewenangan KPU,” bebernya. (sp/nh)