Korban Banjir Bandang Mamuju Tidur di Jalan dan Kelaparan

oleh
Para korban banjir bandang Mamuju yang berada di jalan.

GLOBALINDO.CO, MAMUJU – Puluhan warga korban banjir bandang yang kehilangan tempat tinggal di Kota Mamuju, Sulawesi Barat sejak kemarin mengalami kebingungan lantaran tak ada tempat berteduh. Mereka pun memilih menempati badan jalan.

Para pengungsi bencana banjir Mamuju ini tinggal di jalan karena tak punya sanak saudara dan tempat mengungsi. Bahkan mereka sempat kelaparan dan kebingungan.

Salah seorang korban yang beristirahat di pinggir jalan adalah Ucu. Ia beristirahat di atas terpal plastik di pinggir jalan. Rumah yang ia bangun dengan hasil keringatnya bertahun-tahun hilang terseret banjir bandang.

“Tidak punya keluarga tempat mengungsi, jadinya tidur di pinggir jalan saja sambil tunggu banjir surut,” tuturnya.

Banjir bandang yang memporak-porandakan sejumlah titik di Kota Mamuju, Sulawesi Barat, sejak Kamis subuh memang sempat membuat ratusan korban banjir kebingungan mencari tempat pengungsian sementara.

(Baca Juga: Ratusan Siswa Mamuju Utara Tak Bisa Sekolah Gara-gara Banjir)

Sedangkan puluhan warga lainnya yang rumahnya selamat tetap tinggal di rumahnya. Meski demikian mereka tetap berjaga-jaga jika sewaktu-waktu curah hujan kembali tinggi.

Sementara itu, pemerintah setempat baru mendirikan 2 tenda darurat pada Jumat (23/3/2018) hari ini untuk menampung para korban banjir bandang yang kehilangan rumahnya. Selain mendirikan posko, pemerintah juga mendirikan dapur umum untuk membantu kebutuhan logistik pengungsi.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Kabupaten Mamuju, Jally menjelaskan, korban banjir bandang yang memporakporandakan sebagian wilayah di Kota Mamuju sebanyak 33.322 orang.

Karena itu, pemerintah menyiapkan lebih dari 30.000 bantuan logistik. Sistem penyaluran bantuan berupa makanan dan minumam disiapkan di dua posko.

“Tim Tagana mendirikan dua posko untuk menampung para korban. Semua logistik diupayakan untuk mebantu meringankan para korban,” jelas Jally.

Puluhan anggota tim Tagana sejak Subuh sibuk mempersiapkan sarapan untuk korban banjir di dapur umum. Setelah jadi, nasi kotak dan minuman tersebut dibagikan kepada setiap warga korban banjir bandang. Petugas sendiri mendahulukan anak-anak, lansia, dan ibu hamil, saat proses evakuasi banjir bandang kemarin.

Saat ini, ratusan warga korban banjir dari dewasa hingga anak-anak mengungsi di tenda darurat.

Banjir bandang merendam 3 kecamatan di Mamuju. Banjir terparah berada di dua kecamatan, yakni Karema dan Simboro. Banjir ini mengakibatkan ribuan rumah warha terendam banjir dan puluhan rumah terseret banjir.(kcm/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *