Korban Gempa Iran Tembus 330 Jiwa, 1.700 Orang Luka

Gempa berkekuatan 7,3 SR yang berpusat di sekitar 30 kilometer barat daya Halabja, Irak, pada Minggu (12/11) sekitar pukul 21.20 waktu setempat telah menewaskan sedikitnya 330 jiwa dan 1.700 orang luka-luka.

GLOBALINDO.CO, TEHERAN – Korban jiwa dan luka-luka akibat gempa dahsyat di wilayah perbatasan Iran-Irak terus bertambah. Hingga Pukul 16.00 WIB, sedikitnya 330 orang tewas dan sekitar 1.700 orang lainnya luka-luka akibat gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter (SR).

“Ada 330 orang tewas dan sekitar 1.700 orang terluka,” kata wakil kepala unit krisis pemerintah Iran yang dibentuk untuk menangani respons atas gempa tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (13/11). Dikatakannya, semua korban tersebut dilaporkan di provinsi Kermanshah, Iran.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat, USGS menyatakan, gempa tersebut terjadi pada Minggu (12/11) sekitar pukul 21.20 waktu setempat. Pusat gempa berada sekitar 30 kilometer barat daya Halabja, Irak.

Pada Senin pagi waktu setempat, otoritas Iran melaporkan korban tewas telah mencapai lebih dari 200 orang, sementara enam orang lainnya dilaporkan tewas di wilayah Irak. Gempa yang mengguncang wilayah pegunungan perbatasan Iran-Irak tersebut telah memicu tanah longsor, yang menghambat upaya penyelamatan.

“Sulit untuk mengirimkan tim-tim penyelamat ke desa-desa karena jalan-jalan telah terputus … ada tanah longsor,” tutur kepala layanan darurat Iran, Pir Hossein Koolivand.

Kantor berita resmi Iran, IRNA melaporkan, 30 tim Palang Merah telah dikirimkan ke zona gempa, yang sebagian mengalami putusnya aliran listrik akibat gempa. Sementara di Irak, gempa ini dilaporkan menewaskan enam orang dan melukai sekitar 150 orang di provinsi Sulaimaniyah.

Getaran gempa ini juga dirasakan di wilayah Turki tenggara. Di kota Diyarbakir, warga setempat dilaporkan berlarian keluar dari rumah-rumah mereka saat gempa terjadi. (dt/mun)